Abstrak


EFEKTIVITAS KEBERADAAN RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA) TERHADAP SERANGAN TIKUS SAWAH (Rattus Argentiventer Robb).


Oleh :
Nu`am Amru Musa - H0720132 - Fak. Pertanian

Padi (Oryza sativa) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan pokok yang sangat penting di Indonesia yang rentang diserang oleh organisme penganggu tanaman (OPT), salah satunya yaitu Tikus sawah (rattus argentiventer robb). Populasi tikus sawah yang masih tinggi menjadi salah satu kendala petani yang masih sulit dikenadlikan. Burung hantu (tyto alba) merupakan salah satu predator yang mampu menangani hama tikus. Keberadaan rumah burung hantu dapat dijadikan tempat tinggal atau sarang bagi burung hantu sebagai upaya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterhunian rumah burung hantu, keberadaan sarang tikus aktif dan luas serangan tikus pada kecamatan juwiring dan kecamatan polanharjo.Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2024 di Kecamatan Juwiring dan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menggunakan metode pengamatan langsung (observasi). Pengamatan dilakukan setiap 10 hari pada tanaman umur 30 90 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterhunian burung hantu pada kecamatan juwiring mencapai 100% lebih tinggi dibanding kecamatan polanharjo yang hanya 40%. Sarang tikus aktif pada 2 lokasi mencapai 11 hingga 13 sarang. Luas serangan tertinggi pada kecamatan polanharjo mencapai 46% lebih tinggi dibanding kecamatan juwiring yang hanya 15%.