Abstrak


PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA UNTUK MEMPERKUAT CIVIC DISPOSITION (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO)


Oleh :
Pramudita Aldama - K6422076 - Fak. KIP

Karakter disiplin merupakan salah satu nilai fundamental dalam pendidikan karakter yang berperan penting dalam membentuk civic disposition peserta didik sebagai landasan dalam mewujudkan warga negara yang bertanggung jawab. Namun, pembentukan karakter disiplin di sekolah masih sering dipahami sebatas kepatuhan terhadap tata tertib sehingga belum sepenuhnya mengarah pada internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan, seperti tanggung jawab, penghormatan terhadap orang lain, kepedulian, serta kesadaran menjalankan hak dan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan pembentukan karakter disiplin siswa dalam memperkuat civic disposition di SMA Negeri 1 Sukoharjo; dan (2) menganalisis dampak implementasi pembentukan karakter disiplin terhadap penguatan civic disposition siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian meliputi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilaksanakan melalui penerapan tata tertib sekolah, pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), keteladanan guru, pembelajaran, pengawasan yang konsisten, serta pemberian pembinaan dan sanksi edukatif. Implementasi tersebut mampu mendorong internalisasi nilai disiplin sehingga peserta didik memiliki kesadaran untuk berperilaku disiplin tanpa bergantung pada pengawasan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya tanggung jawab, self-discipline, kepatuhan terhadap norma, sikap saling menghormati (civility), kepedulian terhadap lingkungan sekolah (civic-mindedness), serta kesediaan bekerja sama demi kepentingan bersama. Meskipun demikian, masih ditemukan kasus pelanggaran tata tertib yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai disiplin belum sepenuhnya merata pada seluruh peserta didik. Pelaksanaan pembentukan karakter disiplin didukung oleh komitmen seluruh warga sekolah, keteladanan guru, budaya sekolah yang kondusif, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial, dan perbedaan karakter peserta didik.Karakter disiplin merupakan salah satu nilai fundamental dalam pendidikan karakter yang berperan penting dalam membentuk civic disposition peserta didik sebagai landasan dalam mewujudkan warga negara yang bertanggung jawab. Namun, pembentukan karakter disiplin di sekolah masih sering dipahami sebatas kepatuhan terhadap tata tertib sehingga belum sepenuhnya mengarah pada internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan, seperti tanggung jawab, penghormatan terhadap orang lain, kepedulian, serta kesadaran menjalankan hak dan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan pembentukan karakter disiplin siswa dalam memperkuat civic disposition di SMA Negeri 1 Sukoharjo; dan (2) menganalisis dampak implementasi pembentukan karakter disiplin terhadap penguatan civic disposition siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian meliputi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilaksanakan melalui penerapan tata tertib sekolah, pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), keteladanan guru, pembelajaran, pengawasan yang konsisten, serta pemberian pembinaan dan sanksi edukatif. Implementasi tersebut mampu mendorong internalisasi nilai disiplin sehingga peserta didik memiliki kesadaran untuk berperilaku disiplin tanpa bergantung pada pengawasan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya tanggung jawab, self-discipline, kepatuhan terhadap norma, sikap saling menghormati (civility), kepedulian terhadap lingkungan sekolah (civic-mindedness), serta kesediaan bekerja sama demi kepentingan bersama. Meskipun demikian, masih ditemukan kasus pelanggaran tata tertib yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai disiplin belum sepenuhnya merata pada seluruh peserta didik. Pelaksanaan pembentukan karakter disiplin didukung oleh komitmen seluruh warga sekolah, keteladanan guru, budaya sekolah yang kondusif, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial, dan perbedaan karakter peserta didik.