Abstrak


Analisis Sentimen Mahasiswa terhadap Pemberian Reward dalam Pembelajaran Berbicara Bahasa Mandarin II di Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Sebelas Maret


Oleh :
Asyifa Rahmadhani Arief Putri - B0622006 - Fak. Ilmu Budaya

Penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Mandarin menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu terus dikembangkam mahasiswa untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan dunia kerja. Salah satu strategi untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran Berbicara Bahasa Mandarin adalah pemberian reward, namun belum terdapat penelitian yang secara sistematis mendeskripsikan sentimen mahasiswa terhadap efektivitanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sentimen mahasiswa terhadap efektivitas reward serta mengklasifikasikan ke kategori positif, negatif, dan netral, agar dapat menjadi masukan bagi dosen dalam merancang strategi pemberian reward yang lebih efektif dan adil.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis sentimen berbasis teks, memanfaatkan algoritma Naïve Bayes melalui software Altair AI Studio. Subjek penelitian adalah 82 mahasiswa semester II Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Sebelas Maret angkatan 2024, ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner terbuka, wawancara tertulis dengan dosen native speaker dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, cleaning data, pelabelan manual, dan klasifikasi sentimen menggunakan algoritma Naïve Bayes.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 1.221 unit data sentimen mahasiswa yang dianalisis, sebanyak 715 positif, 134 negatif, dan data netral yang berjumlah 372. Mayoritas mahasiswa merasa senang, termotivasi, dan mendukung dengan adanya pemberian reward, dengan reward non-verbal seperti pemberian stiker dan pujian verbal dalam bahasa mandarin seperti“很好(hěn hǎo)”dan“非常好(fēicháng hǎo)”dinilai paling efektif. Sebagian mahasiswa yang merasa kurang puas karena tidak memperoleh reward, sehingga aspek keadilan dalam pemberian reward perlu menjadi perhatian bagi pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini  menyimpulkan bahwa reward terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, khususnya dalam bentuk non-verbal dan pujian berbahasa mandarin, namun pemerataan pemberiannya tetap perlu diperhatikan agar seluruh mahasiswa merasa dihargai secara setara.