Abstrak
EFEKTIVITAS PROGRAM SISTEM INFORMASI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (SIPKE-MAS) DI KOTA SURAKARTA
Oleh :
Zulfariza Inaya Rahmani - D0122147 - Fak. ISIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas
pelaksanaan Program Sistem Informasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
(SipKe-Mas) di Kota Surakarta, sebuah platform digital yang dikelola oleh
Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Surakarta bersama empat
lembaga mitra, yaitu Palang Merah Indonesia (PMI), Lazis Jateng Cabang
Surakarta, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Perkumpulan Masyarakat
Surakarta (PMS). Fluktuasi jumlah pengajuan bantuan yang disetujui sejak tahun
2021 hingga 2026 menjadi latar belakang pentingnya kajian ini. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan
secara purposive sampling terhadap tujuh narasumber yang terdiri dari pihak
Kesra, lembaga mitra, dan masyarakat penerima manfaat. Data dikumpulkan melalui
wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Efektivitas program
diukur menggunakan lima indikator teori Campbell (1977), yaitu keberhasilan
program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan
output, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
SipKe-Mas telah berjalan sesuai alur digital yang terstruktur dan menjangkau
berbagai kelompok rentan, dengan tingkat kepuasan penerima manfaat yang cukup
tinggi terkait kemudahan prosedur dan kecepatan pencairan bantuan. Namun
demikian, program ini masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya
sosialisasi dan pendataan aktif warga yang membutuhkan, kendala teknis pada
sistem, keterbatasan literasi digital masyarakat, serta realisasi bantuan yang
belum sepenuhnya sebanding dengan input yang diinvestasikan. Pencapaian tujuan
menyeluruh baru tampak nyata pada level individual penerima manfaat, sedangkan
pada level yang lebih luas masih memerlukan penguatan sosialisasi dan
koordinasi antarlembaga.