Abstrak


DINAMIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HUTAN SEBAGAI UPAYA MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA KEKERINGAN DI DESA BANYURIP, SRAGEN


Oleh :
Fitri Ayu Handayani - D0322048 - Fak. ISIP

Desa Banyurip, Sragen merupakan salah satu desa yang secara berulang menghadapi bencana kekeringan sebagai akibat dari akumulasi permaslahan struktural yang kompleks. Kondisi tersebut mendorong lahirnya upaya pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Huatan (LMDH) Banyurip Lestari sebagai respon kolektif terhadap persoalan yang tidak dapat diselesaikan secara individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami proses dan dinamika pemberdayaan yang dilakukan oleh LMDH Banyurip Lestari terhadap masyarakat desa hutan Banyurip sebagai upaya mitigasi dan adaptasi bencana kekeringan di Desa Banyurip, Sragen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik analisis data bracketing dari Moustakas, dengan sumber data primer berupa wawancara mendalam terhadap pengurus LMDH, anggota masyarakat, dan pendamping instansi terkait, serta data sekunder berupa dokumen kelembagaan dan laporan kegiatan. Analisis dilakukan dengan memadukan teori pemberdayaan Julian Rappaport dan Marc A. Zimmerman yang merumuskan tiga tingkatan pemberdayaan, enam tahapan pemberdayaan Isbandi Rukminto Adi, serta teori strukturasi melalui konsep dualitas struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan berlangsung secara berlapis pada tingkat individu, organisasi, dan komunitas melalui hubungan dialektis antara masyarakat sebagai agen dan LMDH sebagai struktur. pemberdayaan oleh LMDH Banyurip Lestari berlangsung secara tidak linier dan melewati tahapan perancangan, resistensi awal, hingga internalisasi program pemberdayaan oleh masyarakat. Dinamika pemberdayaan menghasilkan perubahan yang terukur, diantaranya warga terdampak kekeringan turun dari 5.206 jiwa menjadi 0 jiwa, tutupan vegetasi meningkat dari 3.232 menjadi 5.264 hektar, dan hasil lainnya. Keberlanjutan program dibangun melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang adaptif, penguatan kapasitas kelembagaan, dan investasi regenerasi sumber daya manusia melalui pelibatan generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat desa hutan dalam menghadapi bencana kekeringan tidak lepas dari kemampuan kelembagaan memanfaatkan dualitas antara struktur dan agen secara cerdas, membangun kapasitas dari dalam komunitas, serta menjaga konsistensi praktik sosial yang memungkinkan transformasi struktur berlangsung secara berkelanjutan.Kata Kunci: Pemberdayaan; LMDH; Mitigasi; Adaptasi; Kekeringan