Abstrak


ESKALASI PARTISIPASI WARGA DESA KEMIRI, KEBAKKRAMAT, KABUPATEN KARANGANYAR DALAM PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BUMDES TRI MANUNGGALING KARSA


Oleh :
Ardeva Aditya Putra - K6422017 - Fak. KIP

Ardeva Aditya Putra. K6422017. Pembimbing I: Dr. Dewi Gunawati, S.H., M.Hum. ESKALASI PARTISIPASI WARGA DESA KEMIRI, KEBAKKRAMAT, KABUPATEN KARANGANYAR DALAM PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BUMDES TRI MANUNGGALING KARSA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2026Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan proses eskalasi partisipasi warga Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar dalam program pengelolaan sampah melalui BUMDes Tri Manunggaling Karsa. (2) menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi eskalasi partisipasi warga Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar dalam program pengelolaan sampah melalui BUMDes Tri Manunggaling Karsa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini meliputi wawancara informan: Pengurus BUMDes; pengurus bank sampah; warga di dusun yang diawal belum terlibat program; warga di dusun yang sudah terlibat program sejak awal; dan tokoh masyarakat. Studi dokumen meliputi: profil Desa Kemiri; dokumen pendirian dan struktur organisasi BUMDes Tri Manunggaling Karsa; laporan kegiatan dan administrasi program pengelolaan sampah; peraturan desa; surat keputusan; dokumen perencanaan maupun evaluasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah; dokumen pendukung lainnya berupa foto kegiatan dan poster. Observasi meliputi: observasi pasif seperti observasi di TPST pada tungku pembakaran yang belum beroperasi kembali. Lokasi penelitian pada BUMDes Tri Manunggaling Karsa Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa eskalasi partisipasi warga Desa Kemiri dalam program pengelolaan sampah melalui BUMDes Tri Manunggaling Karsa berlangsung secara bertahap berdasarkan Tangga Partisipasi Arnstein, mulai dari non-participation, tokenism, hingga citizen power. Sebelum adanya program, warga mengelola sampah secara mandiri dengan cara dibakar dan belum terdapat keterlibatan warga secara bersama-sama. Pada tahap awal program, partisipasi masih terbatas pada sekitar 2 dusun dari 8 dusun yang ada. Selanjutnya, melalui perluasan sosialisasi dan edukasi, partisipasi warga berkembang hingga warga mulai terlibat dalam pemilahan sampah, kepengurusan bank sampah, rapat evaluasi, penyampaian usulan, serta mempromosikan program kepada warga lain. Pada tahap ini warga mulai memperoleh kewenangan dalam mengelola kelompoknya sendiri. Kedua, faktor pendukung eskalasi partisipasi meliputi peran aktif BUMDes dalam pendampingan dan penyediaan fasilitas, pemberian apresiasi kepada kelompok bank sampah, sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara rutin, serta manfaat program yang dirasakan warga berupa lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan sampah yang lebih mudah. Faktor penghambat meliputi kebiasaan sebagian warga yang masih membakar sampah secara mandiri serta kendala teknis berupa kerusakan tungku pembakaran yang menyebabkan penerimaan warga dari beberapa dusun yang akan bergabung harus ditunda.