Abstrak
Perbandingan Derajat Vaginal Laxity Dan Kekuatan Vagina Antara Wanita Dengan Riwayat Persalinan Seksio Sesarea Dan Pervaginam
Oleh :
Syaiful Rizal - S582108005 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Vaginal
laxity (VL) dan
kekuatan vagina dapat memengaruhi fungsi seksual, kepercayaan diri, dan
kualitas hidup wanita pasca persalinan. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan
otot dasar panggul, terutama otot levator ani. Penelitian ini bertujuan
mengetahui perbandingan derajat VL dan kekuatan vagina antara wanita dengan
riwayat persalinan Sectio Caesarea
(SC) dan pervaginam, termasuk setelah dikontrol usia, paritas, dan indeks massa
tubuh (IMT).Metode: Penelitian ini merupakan studi
observasional analitik dengan desain cross-sectional.
Subjek penelitian adalah wanita pasca persalinan yang melakukan kontrol rawat
jalan di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Subjek
terdiri atas 40 responden, yaitu 20 wanita dengan riwayat SC dan 20 wanita
dengan riwayat pervaginam. Derajat VL dinilai menggunakan Vaginal Laxity Questionnaire (VLQ), sedangkan kekuatan vagina
dinilai menggunakan K-Goal. Analisis
bivariat menggunakan Independent Samples
T-Test dan Mann-Whitney U,
dilanjutkan analisis multivariat regresi linear berganda untuk mengontrol usia,
paritas, dan IMT.Hasil: Skor K-Goal kelompok SC lebih tinggi dibandingkan pervaginam (6,36 ±
0,66 vs 4,09 ± 0,42; p<0,001). Skor VLQ kelompok SC juga lebih tinggi (4,50
vs 3,50; p<0,001). Setelah dikontrol usia, paritas, dan IMT, riwayat SC
tetap berhubungan bermakna dengan skor K-Goal
yang lebih tinggi 2,114 poin (p<0,001) dan skor VLQ yang lebih tinggi 0,979
poin (p<0,001) dibandingkan pervaginam.
Kesimpulan: Wanita dengan riwayat persalinan
SC memiliki derajat VL lebih rendah dan kekuatan vagina lebih tinggi
dibandingkan pervaginam, dan hubungan ini tetap bermakna secara independen setelah
dikontrol usia, paritas, dan IMT.