Abstrak


Produksi Bibit Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) dengan Penerapan Naungan di Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Fitria Nur Khasanah - V4123031 - Sekolah Vokasi

Tomat cherry merupakan komoditas hortikultura yang diminati masyarakat, dengan produksi tomat nasional tahun 2024 mencapai 1,15 juta ton dan tingkat partisipasi konsumsi rumah tangga 45,45%, menunjukkan permintaan yang stabil dan berpotensi dikembangkan melalui diversifikasi budidaya seperti tomat cherry. Permasalahan utama kegiatan ini adalah lokasi produksi di Kelurahan Kenep yang berada pada ketinggian 105 mdpl dengan suhu 22°C–33°C, jauh dari syarat tumbuh optimal tomat cherry di dataran tinggi (1.000–1.200 mdpl), sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bibit. Permasalahan tersebut diatasi melalui penerapan naungan kombinasi paranet 65% dan plastik UV yang menurunkan intensitas cahaya dan suhu di area persemaian agar menyerupai kondisi dataran tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Mei - 23 Juni 2026 di Kampung Jetis, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, melalui praktik lapang mulai dari pemilihan benih hingga bibit siap jual, disertai penyusunan strategi pemasaran dan analisis usahatani. Dari 600 benih varietas Tropical Ruby yang disemai, diperoleh 500 bibit layak jual dengan tingkat keberhasilan tumbuh 83,3%. Hasil analisis usahatani menunjukkan total biaya produksi Rp591.991, penerimaan Rp690.000, dan keuntungan Rp98.009 per siklus produksi, dengan R/C ratio 1,17 dan B/C ratio 0,17. BEP produksi tercapai pada 427 bibit setara dan BEP harga Rp1.287/bibit, keduanya berada di bawah realisasi produksi dan harga jual aktual, sehingga produksi bibit tomat cherry dengan penerapan naungan di Kabupaten Sukoharjo dinyatakan layak dan berpeluang dikembangkan melalui peningkatan skala produksi.