Abstrak


Analisis Stakeholder dalam Pengembangan Usahatani Jambu Wulung di Desa Pranan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Devina Rahmawati - H0419012 - Fak. Pertanian

Jambu wulung merupakan salah satu varietas jambu air yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta potensi untuk dikembangkan. Usahatani jambu wulung merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo yang memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun pengembangan usahatani jambu wulung di Desa Pranan masih belum optimal. Di sisi lain, pengembangan usahatani jambu wulung melibatkan berbagai stakeholder dengan peran, tujuan, dan tingkat pengaruh yang berbeda sehingga diperlukan sinergi antarpihak agar pengembangannya dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengembangan, mengidentifikasi stakeholder beserta peran dan tujuannya, menganalisis hubungan antar stakeholder dan tujuannya dalam pengembangan usahatani jambu wulung menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations), dan merumuskan rekomenasi peran strategis stakeholder. Metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan MACTOR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengembangan usahatani jambu wulung meliputi penguatan budidaya, pengembangan pemasaran, pengembangan Desa Wisata, serta penguatan kelembagaan petani. Stakeholder yang terlibat terdiri atas Kepala Desa, Perangkat Desa, Kelompok Tani, Petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pelaku Pasar, dan Masyarakat. Hasil analisis MACTOR menunjukkan bahwa Kepala Desa merupakan stakeholder dengan pengaruh tertinggi dalam pengembangan usahatani jambu wulung, sedangkan hubungan antar stakeholder menunjukkan adanya kerja sama yang mendukung pencapaian tujuan bersama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi dan koordinasi antar stakeholder agar pengembangan usahatani jambu wulung dapat berlangsung secara berkelanjutan.