Abstrak


REPRESENTASI DARK TRIAD OF PERSONALITY PADA TOKOH JONATHAN DALAM FILM A NORMAL WOMAN


Oleh :
Farah Salsabilla Lutffiyyah - D0222039 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Dark Triad of Personality pada tokoh Jonathan dalam film A Normal Woman (2025) karya Lucky Kuswandi. Fenomena kepribadian Dark Triad penting dikaji karena individu dengan sifat ini kerap hadir sebagai sosok karismatik dan menyenangkan, sehingga perilaku manipulatifnya tidak mudah dikenali oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk dalam relasi personal seperti rumah tangga. Film ini dipilih karena menghadirkan kesenjangan signifikan antara citra publik Jonathan yang sempurna dengan perilaku manipulatifnya dalam kehidupan rumah tangga, serta belum pernah dikaji dari perspektif Dark Triad sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi tangkapan layar, dan studi pustaka, lalu dianalisis pada 13 adegan terpilih, yang terdiri atas 6 adegan narsisme, 3 adegan machiavellianisme, dan 4 adegan psikopati, melalui teknik purposive sampling. Kerangka analisis menggunakan teori Dark Triad of Personality dari Paulhus dan Williams (2002), dengan operasionalisasi narsisme dari Twenge dan Campbell (2009), machiavellianisme dari Lyons (2019), dan psikopati dari Hare (1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jonathan merepresentasikan ketiga sifat Dark Triad secara bersamaan dan konsisten sepanjang film. Narsisme terlihat melalui pandangan diri yang berlebihan, penggunaan orang lain sebagai alat validasi ego, serta reaksi agresif ketika citranya terancam. Machiavellianisme terlihat melalui manipulasi emosional terhadap kelemahan Milla dan sikap kalkulatif dalam mengubah krisis reputasi menjadi peluang bisnis. Psikopati terlihat melalui ketiadaan empati yang tulus dan emosi dangkal yang mudah berpindah fokus tanpa rasa bersalah. Ketiga sifat tersebut juga selaras dengan maskulinitas tradisional yang tercermin dalam hubungan suami istri antara Jonathan dan Milla yang memiliki ketimpangan kuasa. Ketimpangan ini tercermin dari pola komunikasi interpersonal yang tidak setara, di mana kebutuhan dan suara Milla secara konsisten dibungkam oleh Jonathan melalui manipulasi, dominasi, maupun pengambilalihan narasi. Temuan ini menegaskan bahwa kepribadian gelap tidak selalu tampak mengancam, melainkan justru kerap tersembunyi di balik karisma dan citra maskulin yang dianggap ideal secara sosial, sehingga penting bagi khalayak untuk lebih memahami pola komunikasi interpersonal yang timpang secara gender di balik citra yang terlihat ideal. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian representasi kepribadian gelap dalam film Indonesia serta mendorong literasi psikologis khalayak terhadap pola manipulatif yang tersembunyi.