Abstrak


Dinamika Kesadaran Lingkungan dan Penerapan Eco-Innovation dalam Membentuk Partisipasi Masyarakat di Industri Batik Laweyan Surakarta


Oleh :
Farras Salsa Nabila - D0322043 - Fak. ISIP

Transformasi prinsip keberlanjutan sangat penting untuk melestarikan batik dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Laweyan. dinamika kesadaran lingkungan pelaku industri saat ini masih bersifat reaktif, di mana penerapan inovasi lingkungan seperti penggunaan kembali sisa pewarna justru lebih banyak didorong oleh motif menekan kerugian ekonomi alih-alih murni untuk melindungi alam. Kondisi ini diperburuk oleh operasional IPAL Komunal yang tidak berjalan dengan baik akibat dari kurangnya perawatan serta pelaku usaha yang masih membuang limbah langusng ke badan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika kesadaran lingkungan dan penerapan eco-innovation dalam membentuk partisipasi masyarakat di Industri Batik Laweyan yang berlokasi di Kelurahan Laweyan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Sementara, teknik pemilihan informan menggunakan teknik tringulasi sumber dengan delapan informan yaitu anggota FPKBL, pemilik usaha batik, operator IPAL komunal dan masyarakat lokal.  Adapun dalam analisis data menggunakan analisis  milik Miles dan Huberman.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kesadaran lingkungan di Laweyan muncul karena adanya bantuan eksternal yang menawarkan edukasi serta modal untuk melakukan tranformasi proses dan produk yang lebih berkelanjutan. Bantuan ini kemudian menyadarkan industri bahwa banyaknya masalah lingkungan yang dihadapi Laweyan sehingga keinginan eco-innovation muncul guna mengatasi permasalah lingkungan serta meningkatkan produk yang diinginkan oleh pasar. Terdapat tiga risiko yaitu risiko ekologi, risiko sosial, dan risiko psikologis. Akibat kesadaran lingkungan tersebut pemetaan masalah lingkungan dan inovasi pun dapat terwujud selaras dengan industri, FPKBL, dan masyarakat Laweyan. dinamika kesadaran lingkungan dan ketersediaan infrastruktur eco-innovation tidak akan mampu menyelamatkan ekosistem jika tidak ditopang oleh partisipasi masyarakat yang komprehensif.