Abstrak
PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI DALAM CAMPURAN BETON UNTUK MENENTUKAN PROPORSI OPTIMUM SEBAGAI BAHAN PENYUSUN KANSTIN BETON
Oleh :
Frendi Eko Saputro - V4223029 - Sekolah Vokasi
ABSTRAK Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan dalam berbagai pembangunan infrastruktur karena memiliki kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk, serta bahan penyusunnya relatif mudah diperoleh. Salah satu produk beton yang banyak diaplikasikan dalam infrastruktur jalan adalah kanstin beton. Seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur, kebutuhan semen sebagai bahan pengikat utama dalam beton juga terus meningkat. Di sisi lain, industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar. Selain itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara menghasilkan limbah padat berupa fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan fly ash dan bottom ash sebagai material substitusi dalam campuran beton dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan material konvensional sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi optimum penggunaan fly ash dan bottom ash dalam campuran beton sebagai bahan penyusun kanstin berdasarkan hasil pengujian kuat tekan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan melakukan pembuatan benda uji beton dan pengujian kuat tekan pada umur 28 hari. Variasi campuran yang digunakan terdiri atas A1 (FA 0%; BA 0%), A2 (FA 20%; BA 0%), A3 (FA 20%; BA 10%), A4 (FA 20%; BA 20%), dan A5 (FA 20%; BA 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan rata-rata beton pada variasi A1, A2, A3, A4, dan A5 berturut-turut sebesar 27,11 MPa, 32,22 MPa, 26,03 MPa, 21,18 MPa, dan 20,84 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan fly ash sebesar 20% tanpa penambahan bottom ash menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan, variasi A2 (FA 20%; BA 0%) merupakan campuran optimum dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 32,22 MPa. Dengan demikian, penggunaan fly ash sebesar 20% berpotensi meningkatkan kinerja beton sekaligus mengurangi penggunaan semen konvensional.