Abstrak
PERAN SUTRADARA DAN DESAINER GRAFIS PADA PRODUKSI PROFIL DINAS SOSIAL KOTA SURAKARTA
Oleh :
Aviela Vanalika Wayong - V1123025 - Sekolah Vokasi
Dinas Sosial Kota Surakarta memiliki berbagai program dan layanan
kesejahteraan sosial, namun informasi mengenai profil, tugas, dan layanan
tersebut belum sepenuhnya diketahui masyarakat karena publikasi yang ada masih
tersebar pada berbagai platform tanpa media yang mampu menyajikannya secara
terintegrasi. Kondisi ini melatarbelakangi penyusunan company profile berupa video profil dan booklet sebagai media komunikasi publik yang mampu memperkenalkan
identitas, program kerja, serta layanan Dinas Sosial Kota Surakarta secara utuh
dan mudah dipahami. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kerja sutradara dan
desainer grafis dalam perancangan profil Dinas Sosial Kota Surakarta.Proses produksi dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu
praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap praproduksi, penulis
melakukan observasi ke Dinas Sosial Kota Surakarta serta beberapa lokasi
layanan, menyusun script treatment,
storyboard, script breakdown, jadwal produksi, dan anggaran sebagai
sutradara, sekaligus merancang moodboard,
palet warna, tipografi, dan elemen visual booklet
sebagai desainer grafis. Pada tahap produksi, penulis mengarahkan pengambilan
gambar di lapangan agar sesuai dengan storyboard,
serta mendokumentasikan kegiatan dan menyusun layout booklet
menggunakan Canva. Pada tahap pascaproduksi, penulis mengoordinasikan
penyuntingan video bersama editor
serta melakukan revisi dan finalisasi desain booklet berdasarkan masukan dosen pembimbing dan pihak dinas sosial,
termasuk pengambilan gambar tambahan untuk melengkapi kebutuhan footage.
Hasil dari tugas akhir ini adalah video profil berdurasi sekitar
sepuluh menit dan booklet company profile Dinas Sosial Kota
Surakarta yang menampilkan identitas instansi, struktur organisasi, program
kerja, serta layanan sosial secara terstruktur. Selama proses produksi, kendala
yang dihadapi antara lain padatnya jadwal pegawai, perubahan data, serta keterbatasan
dokumentasi foto, yang diatasi melalui koordinasi intensif dengan pihak
instansi. Dapat disimpulkan bahwa keselarasan peran sutradara dan desainer
grafis, yang didukung perencanaan matang serta komunikasi berkelanjutan dengan
mitra, menjadi kunci keberhasilan produksi media komunikasi publik yang
informatif dan representatif.