Abstrak


RESEPSI ANAK PEREMPUAN PERTAMA USIA 19-25 TAHUN DI JAKARTA TERHADAP LAGU “STRONG GIRL”, “HEIRLOOM PAIN”, DAN “NOTHING CAN” OLEH NIKI


Oleh :
Tantryani Isyaira - D0222126 - Fak. ISIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman anak perempuan pertama yang kerap berhadapan dengan tanggung jawab, ekspektasi, tekanan untuk menjadi kuat, serta dinamika keluarga yang tidak selalu diungkapkan secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana anak perempuan pertama usia 19–25 tahun di Jakarta memaknai representasi pengalaman, peran, dan tekanan keluarga dalam lagu “Strong Girl”, “Heirloom Pain”, dan “Nothing Can” oleh NIKI serta menentukan posisi pembacaan mereka dalam kerangka encoding-decoding Stuart Hall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan analisis teks terhadap ketiga lagu, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Analisis teks menghasilkan preferred meaning yang menjadi acuan sebelum decoding informan dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Strong Girl” menawarkan makna tentang tuntutan untuk kuat di tengah kerentanan, “Heirloom Pain” tentang luka dan pola emosional yang diwariskan antargenerasi, sedangkan “Nothing Can” tentang ketahanan melalui penerimaan dan kemampuan melanjutkan kehidupan. Seluruh delapan informan menemukan resonansi personal terhadap ketiga lagu, terutama melalui pengalaman tanggung jawab, ekspektasi keluarga, pola komunikasi, dan tekanan sebagai anak perempuan pertama. Setelah preferred meaning dibandingkan dengan decoding masing-masing informan, seluruh informan ditempatkan pada posisi negotiated. Tidak ditemukan posisi dominant-hegemonic maupun oppositional. Bentuk negosiasi berbeda pada setiap informan, mulai dari kritik terhadap ekspektasi sosial, penambahan empati terhadap orang tua, pemaknaan kekuatan sebagai resiliensi, validasi komunal, perubahan pola komunikasi keluarga, hingga perspektif spiritual. Penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi terhadap ketiga lagu berlangsung sebagai proses aktif, di mana pesan utama teks diterima sekaligus disesuaikan dengan pengalaman sosial dan kerangka nilai masing-masing audiens.