Abstrak
Pengaruh Literasi Keuangan Wirausaha UMKM Perempuan terhadap Keberlanjutan Usaha dengan Dukungan Pemerintah sebagai Variabel Moderasi
Oleh :
Syifa Frida Agustin - K7622112 - Fak. KIP
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan di Kota Surakarta masih menghadapi kerentanan dalam mempertahankan keberlanjutan usahanya. Berdasarkan data BRIDA Kota Surakarta, permasalahan tersebut disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan, serta terbatasnya pemanfaatan dukungan pemerintah yang telah tersedia. Selain itu, keberlanjutan usaha juga dituntut untuk tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga aspek lingkungan dan sosial sejalan dengan konsep Triple Bottom Line. Penelitian terdahulu mengenai peran dukungan pemerintah terhadap hubungan literasi keuangan dan keberlanjutan usaha masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan terhadap keberlanjutan usaha melalui dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial dengan dukungan pemerintah sebagai moderasi. Penelitian ini dilandasi oleh teori Natural Resource Based View dan Institutional Theory. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel terdiri dari 180 wirausaha UMKM perempuan di Kota Surakarta yang dipilih melalui convenience sampling. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan evaluasi outer model, inner model, dan pengujian hipotesis dengan melihat interaction effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial; (2) Dukungan pemerintah memiliki pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial; (3) dukungan pemerintah terbukti memoderasi pengaruh literasi keuangan terhadap keberlanjutan usaha dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini memperkuat teori NRBV dan Institutional Theory. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar wirausaha UMKM perempuan meningkatkan literasi keuangan serta lebih proaktif memanfaatkan program dukungan pemerintah yang ada, serta pemerintah Kota Surakarta memperluas jangkauan program agar keberlanjutan usaha UMKM perempuan dapat tercapai secara optimal.