Abstrak
Penentuan Harga Domba Berdasarkan Perbedaan Bangsa Domba
Oleh :
Karisma Shelyaditya - V2322018 - Sekolah Vokasi
Ternak domba merupakan salah satu komoditas peternakan
yang memiliki prospek pengembangan yang baik di Indonesia seiring meningkatnya
permintaan daging domba dan kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein
hewani. Perbedaan bangsa domba diduga mempengaruhi penentuan harga jual karena
setiap bangsa memiliki karakteristik pertumbuhan, ukuran tubuh, dan preferensi
pasar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangsa
domba yang dipelihara dan diperdagangkan di Nur Annisa Farm, menganalisis
mekanisme penentuan harga jual domba, serta menganalisis perbedaan harga jual
berdasarkan bangsa domba. Penelitian dilaksanakan pada 14 Juni–14 Juli 2026 di
Nur Annisa Farm, Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah. Metode yang digunakan
meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, serta analisis data primer dan
data sekunder yang berasal dari catatan penjualan, bobot badan, dan bangsa domba.
Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik ternak,
mekanisme penentuan harga, dan perbedaan harga berdasarkan bangsa domba. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa domba Texel mendominasi populasi penggemukan
sebanyak 93 ekor (65%), sedangkan domba Garut sebanyak 47 ekor (35%). Sebagian
besar bakalan memiliki bobot badan awal lebih dari 20 kg (82,86%), yang
berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan selama penggemukan. Domba Texel
memiliki pertambahan bobot badan harian lebih tinggi (0,138 kg/hari)
dibandingkan domba Garut (0,110 kg/hari), sedangkan harga jual ditentukan
berdasarkan harga bakalan, biaya pemeliharaan, bobot badan akhir, dan harga
pasar. Harga jual ditetapkan sebesar Rp65.000/kg untuk domba Texel dan Rp80.000/kg
untuk domba Garut dengan keuntungan bersih berkisar Rp500.000-Rp1.000.000 per
ekor. Disimpulkan bahwa perbedaan bangsa domba mempengaruhi performa
pertumbuhan dan mekanisme penentuan harga jual, sehingga pemilihan bangsa domba
yang tepat dapat meningkatkan efisiensi usaha penggemukan dan keuntungan
peternak.