Abstrak
KONTRIBUSI USAHATANI PADI TERHADAP PENDAPATAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN POKOK RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN GROBOGAN
Oleh :
Umar Surya Putra - H0822155 - Fak. Pertanian
Umar Surya Putra. H0822155. 2025. “Kontribusi Usahatani Padi terhadap
Pendapatan dan Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Petani Padi di
Kabupaten Grobogan”. Dibimbing oleh Dr. Wiwit Rahayu, S.P., M.P. dan Amalia
Nadifta Ulfa, S.P., M.Sc. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Padi merupakan tanaman pangan pokok utama di Indonesia yang berperan
penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Kabupaten Grobogan
merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, namun selama periode
2020–2024 luas panen dan produksi padi mengalami tren yang berfluktuasi.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan serta ketersediaan pangan
pokok rumah tangga petani yang menjadikan usahatani padi sebagai salah satu
sumber pendapatan sekaligus sumber penyediaan pangan. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) menentukan pendapatan usahatani padi; (2) menganalisis kontribusi
usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga; (3) mengidentifikasi pola
pengadaan dan ketersediaan pangan pokok; serta (4) mengukur tingkat ketersediaan
energi dari pangan pokok pada rumah tangga petani padi di Kabupaten Grobogan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kabupaten Grobogan sebagai
salah satu sentra produksi padi di Provinsi Jawa Tengah. Populasi penelitian adalah
rumah tangga petani padi, dengan sampel berupa rumah tangga petani pemilik
penggarap yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Jumlah sampel
sebanyak 100 rumah tangga yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Pulokulon (34),
Godong (33), dan Tawangharjo (33). Analisis data meliputi analisis biaya dan
pendapatan usahatani, analisis kontribusi pendapatan, identifikasi pola pengadaan
dan analisis ketersediaan pangan pokok, serta analisis ketersediaan energi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi
sebesar Rp2.192.595,58 per UT (0,58) per bulan. Rata-rata total pendapatan rumah
tangga petani sebesar Rp5.325.276,00 per bulan, dengan kontribusi usahatani padi
sebesar 41,17% yang termasuk dalam kategori sedang. Sebagian besar rumah
tangga petani (76%) memperoleh pangan pokok dari hasil produksi sendiri,
sedangkan 16% melalui pembelian dan 8% melalui kombinasi hasil produksi
sendiri dan pembelian. Rata-rata ketersediaan beras mencapai 43,40 kg per rumah
tangga per bulan. Ketersediaan energi dari pangan pokok sebesar 1.652,88
kkal/kapita/hari termasuk dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa pangan
pokok berupa beras mampu menyediakan energi sebesar 68,87% dari Angka
Kecukupan Energi (AKE) tingkat ketersediaan sebesar 2.400 kkal/kapita/hari.
Berdasarkan hasil penelitian, rumah tangga petani disarankan dapat terus
menjalankan usahatani padi sebagai sumber pendapatan, melakukan efisiensi biaya
tenaga kerja, dan diversifikasi pendapatan. Pemerintah perlu mendukung
peningkatan produktivitas usahatani padi melalui penyediaan teknologi budidaya
yang sesuai kondisi lahan. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor yang
memengaruhi kontribusi pendapatan dan ketersediaan pangan pokok.