;

Abstrak


PERKEMBANGAN SPORT TOURISM BERBASIS PESISIR di KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG


Oleh :
Galih Bayu Suseno - A122408012 - Fak. Keolahragaan

Galih Bayu Suseno. A122408012. 2026. Perkembangan sport tourism berbasis pesisir di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, studi fenomenologi tentang makna dan pengalaman pelaku pariwisata dalam diversifikasi olahraga pesisir. Tesis. Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Keolahragaan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan makna serta pengalaman para pelaku pariwisata terhadap perkembangan sport tourism berbasis pesisir di Kabupaten Pesisir Barat. Fokus penelitian diarahkan pada kedudukan surfing sebagai aktivitas utama, peluang diversifikasi olahraga pesisir, tata kelola destinasi, serta dinamika sosial budaya yang dialami masyarakat lokal dalam proses perkembangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sembilan orang yang mewakili unsur pelaku usaha, komunitas olahraga, pemerintah, media, dan masyarakat lokal. Data dianalisis melalui tahapan transkripsi, ekstraksi pernyataan signifikan, formulasi makna, pengelompokan tema, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, serta penarikan esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sport tourism pesisir di Pesisir Barat masih bertumpu kuat pada surfing sebagai produk utama sekaligus penanda identitas destinasi. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh ritme musim, penyelenggaraan event, dan peningkatan aksesibilitas. Pada saat yang sama, peluang diversifikasi mulai tampak pada olahraga pantai, aktivitas perairan yang lebih tenang, serta rekreasi berbasis alam. Namun demikian, diversifikasi tersebut masih menghadapi kendala pada aspek tata kelola, keselamatan, kesinambungan program, fasilitas, dan pemerataan pelibatan pelaku lokal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sport tourism pesisir tidak hanya bekerja sebagai ruang ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memunculkan adaptasi, negosiasi, dan perubahan pengalaman hidup masyarakat pesisir.Simpulan penelitian menegaskan bahwa surfing tetap menjadi jangkar utama sport tourism Pesisir Barat, tetapi keberlanjutan destinasi pada masa depan memerlukan diversifikasi yang lebih realistis, kolaboratif, aman, dan berpijak pada pengalaman pelaku lokal. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa sport tourism pesisir perlu dibaca sebagai ekosistem ekonomi olahraga daerah yang menuntut keterpaduan antara pengembangan produk, tata kelola destinasi, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan sosial serta ekologis.