Abstrak
ANALISIS BEBAN GANDA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE PEREMPUAN DI KOTA SURAKARTA
Oleh :
Mina Sakinah - D0322067 - Fak. ISIP
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi digital melalui pekerjaan sebagai pengemudi ojek online menunjukkan adanya perubahan peran perempuan dalam keluarga. Meskipun demikian, keterlibatan perempuan dalam pekerjaan berbayar tidak serta-merta mengurangi tanggung jawab domestik yang mereka emban, sehingga memunculkan beban ganda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban ganda yang dialami oleh pengemudi ojek online perempuan di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendakatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan penelitian yang terdiri atas enam pengemudi ojek online perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: (1) perempuan berusia 25-50 tahun; (2) beroperasi di wilayah Surakarta; (3) aktif sebagai pengemudi ojek online minimal 6 bulan; (4) bekerja minimal 4 jam/hari; (5) Menikah dengan memiliki anak dan janda dengan anak. Penelitian ini menggunakan Teori Peran Robert K. Merton dan Second Shift Hochschild. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan pengemudi ojek online mengalami beban ganda adalah faktor ekonomi, status sebagai orang tua tunggal, dan norma gender atau konstruksi sosial. Kemudian bentuk beban ganda yang ditemukan pada penelitian ini adalah menjalankan peran domestik dan publik secara bersamaan serta dominasi pengasuhan anak yang dibebankan pada pihak perempuan. Dampak yang dialami oleh pengemudi ojek online karena beban ganda yang ditanggung meliputi konflik dalam menjalankan peran sebagai pekerja dan ibu rumah tangga, kewalahan akibat banyaknya tuntutan peran, dampak fisik dan psikologis, serta dampak sosial. Untuk mengatasi kondisi tersebut, para informan menerapkan berbagai strategi, seperti mengatur pembagian waktu, melibatkan anggota keluarga dalam pekerjaan rumah tangga, dan menentukan prioritas peran.