Abstrak


Hambatan Collaborative Governance Pada Implementasi Program Kelompok Seni Usaha Kecil Menengah Kelurahan Mangkubumen


Oleh :
Irene Puspitaning Tyas - D0122063 - Fak. ISIP

Program MPOK SINAH KLAMBEN merupakan program pemberdayaan berbasis seni dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Mangkubumen, Kota Surakarta yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.  Keterlibatan berbagai aktor menunjukkan adanya praktik collaborative governance, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kondisi yang menyebabkan proses kolaborasi belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan tata kelola kolaborasi dalam program MPOK SINAH KLAMBEN. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, sedangkan kerangka analisis mengacu pada model collaborative governance Ansell dan Gash (2007). Berdasarkan hasil penelitian, hambatan collaborative governance pada Program MPOK SINAH KLAMBEN terlihat dari aspek facilitative leadership, pelaksanaan program masih cenderung bersifat top-down. Pada aspek institutional design, kerja sama antaraktor belum didukung oleh MoU maupun desain kelembagaan yang jelas. Akibatnya, pembagian peran antaraktor belum sepenuhnya jelas. Kondisi tersebut memengaruhi proses kolaborasi yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan melalui penyusunan struktur, pembagian tugas dan kewenangan yang jelas serta penetapan MoU, disertai rapat koordinasi dan evaluasi secara berkala dengan agenda, notulen, dan tindak lanjut yang terdokumentasi.