Abstrak


ANALISIS KUANTITATIF KEMAMPUAN GURU PJOK DALAM MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARAN EFEKTIF MELALUI REKAMAN VIDEO PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-MAGETAN


Oleh :
Reyga Aji Saputra - O0122116 - Fak. Keolahragaan

Reyga Aji Saputra. O0122116. ANALISIS KUANTITATIF KEMAMPUANGURU PJOK DALAM MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARANEFEKTIF MELALUI REKAMAN VIDEO PEMBELAJARAN DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-MAGETAN. Skripsi.. Surakarta:Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada jenjang SekolahMenengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Magetan serta faktor-faktor yangmemengaruhinya berdasarkan aspek pengembangan konten pembelajaran, teacherfeedback, dan Academic Learning Time–Physical Education (ALT-PE).Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptifkuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru PJOK dari SMP Negeri 4Magetan, SMP Negeri 1 Kawedanan, dan SMP Negeri 1 Maospati yang dipilihmenggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi tidaklangsung terhadap rekaman video pembelajaran dan dokumentasi. Penilaiandilakukan oleh dua asesor independen menggunakan tiga instrumen, kemudiandata dianalisis melalui frekuensi, persentase, dan kategori tingkat efektivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas pembelajaranpada ketiga sekolah. SMP Negeri 1 Kawedanan menunjukkan hasil paling efektifpada ketiga aspek, SMP Negeri 4 Magetan berada pada kategori cukup efektif,sedangkan SMP Negeri 1 Maospati berada pada kategori kurang efektif.Kawedanan memiliki pengembangan konten yang lebih efektif, teacher feedbackyang lebih spesifik, serta waktu aktivitas gerak peserta didik yang lebih optimal.Simpulan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PJOK di SMPse-Kabupaten Magetan secara keseluruhan belum optimal. Faktor yangmemengaruhi meliputi dominasi pengulangan dalam pengembangan konten,teacher feedback yang masih cenderung umum, serta pemanfaatan waktupembelajaran yang sebagian terserap untuk manajemen kelas sehinggamengurangi aktivitas gerak peserta didik.