Abstrak


Studi Etnografi Komunikasi: Akomodasi Komunikasi melalui Alih Kode dan Campur Kode Dialek Jabodetabek pada Tuturan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret


Oleh :
Mochamad Thoriq Nur Furqon - D0222071 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk akomodasi komunikasi melalui alih kode dan campur kode dialek Jabodetabek dalam interaksi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret serta memahami bagaimana individu mengomunikasikan identitasnya melalui pilihan kode yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan etnografi realis. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan lima kelompok pertemanan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2022 dan sepuluh informan, terdiri atas lima mahasiswa Jabodetabek dan lima mahasiswa nonJabodetabek. Data diperoleh melalui observasi non-partisipasi terbuka, wawancara mendalam, dan member check. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta kerangka SPEAKING Dell Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa non-Jabodetabek cenderung melakukan konvergensi melalui alih kode dan terutama campur kode dialek Jabodetabek. Konvergensi berlangsung secara bertahap, selektif, dan berbeda pada setiap individu, serta dipengaruhi oleh paparan media, pengalaman interaksi sebelumnya, kedekatan dengan lawan bicara, dan konteks komunikasi. Konvergensi dilakukan untuk membangun keakraban, mengurangi jarak sosial, dan menciptakan kesetaraan dalam interaksi, tetapi memiliki batas kewajaran agar tidak dipersepsikan sebagai akomodasi berlebihan. Sementara itu, mahasiswa Jabodetabek cenderung melakukan pemeliharaan (maintenance) terhadap dialek asal sebagai bagian dari kebiasaan dan identitas linguistik. Namun, pemeliharaan tersebut tidak bersifat mutlak karena mahasiswa Jabodetabek juga melakukan penyesuaian melalui campur kode bahasa Jawa, pengendalian intensitas dialek, dan penggunaan bahasa Indonesia standar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akomodasi komunikasi melalui alih kode dan campur kode dialek Jabodetabek merupakan proses yang dinamis, selektif, dan situasional, di mana konvergensi dan pemeliharaan identitas saling berhubungan dalam proses negosiasi komunikasi antarbudaya.