Abstrak
Perkembangan Perkebunan Tembakau Rakyat di Bojonegoro Tahun 1996-2000
Oleh :
Sintia Nofita Anggraini - K4422070 - Fak. KIP
Sintia
Nofita Anggraini. K4422070. PERKEMBANGAN
PERKEBUNAN TEMBAKAU RAKYAT DI BOJONEGORO TAHUN 1996-2000. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Agustus 2026. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan
perkembangan perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Bojonegoro tahun
1996–2000; (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan
perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Bojonegoro; dan (3) menganalisis
perkembangan perkebunan tembakau rakyat berdasarkan teori produksi pertanian
Soekartawi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi
empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
Sumber penelitian diperoleh dari arsip, dokumen statistik, buku, jurnal, surat
kabar, serta wawancara dengan petani tembakau dan ketua kelompok tani di
Kabupaten Bojonegoro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan perkebunan tembakau
rakyat di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1996–2000 mengalami fluktuasi yang
ditandai dengan perubahan luas areal, jumlah produksi, dan produktivitas
tembakau. Pada tahun 1996 luas areal perkebunan mencapai 16.030 hektare dengan
produksi sebesar 11.430 ton. Tahun 1998 terjadi penurunan yang signifikan,
ditandai dengan luas areal yang hanya mencapai 4.692 hektare dan produksi
sebesar 4.694 ton. Selanjutnya, pada tahun 1999–2000 perkebunan tembakau mulai
menunjukkan pemulihan dengan meningkatnya kembali luas areal tanam.
Perkembangan perkebunan tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
kondisi tanah, musim dan iklim, harga jual tembakau, harga sarana produksi,
serta kebijakan pemerintah. Berdasarkan teori produksi pertanian Soekartawi,
perkembangan perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Bojonegoro dipengaruhi
oleh interaksi antara faktor lahan, modal, tenaga kerja, teknologi, dan kondisi
lingkungan.