Abstrak
Pengaruh Literasi Keuangan Digital Pelaku UMKM terhadap Keberlanjutan Usaha dengan Inklusi Keuangan sebagai Variabel Mediasi
Oleh :
Uswatun Nur Hasanah - K7622117 - Fak. KIP
Perkembangan teknologi keuangan telah mengubah cara pelaku UMKM mengelola keuangan usahanya, namun literasi keuangan digital yang masih rendah sering menjadi kendala dalam mengoptimalkan potensi tersebut untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keuangan digital terhadap keberlanjutan usaha UMKM di Kota Surakarta, dengan inklusi keuangan sebagai variabel mediasi. Kajian ini dilandasi oleh teori Natural Resource-Based View (NRBV) dan Human Capital Theory (HCT) yang memposisikan literasi keuangan digital sebagai modal manusia sebagai kapabilitas internal yang mendukung kapabilitas pollution prevention, serta konsep Triple Bottom Line yang memandang keberlanjutan usaha dari dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 15.981 pelaku UMKM di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 262 pelaku UMKM di Kota Surakarta yang ditentukan menggunakan teknik convenience sampling, Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan evaluasi outer model, inner model, dan pengujian hipotesis dengan teknik Baron and Kenny. Hasil penelitian mengungkap bahwa; (1) literasi keuangan digital memberi pengaruh positif dan signifikan baik terhadap inklusi keuangan (2) Inklusi keuangan sendiri terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha; (3) literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha; (4) inklusi keuangan mampu memediasi secara parsial pengaruh literasi keuangan digital terhadap keberlanjutan usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keberlanjutan usaha tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan pelaku UMKM dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan digital tetapi juga oleh terbukanya akses mereka terhadap layanan keuangan formal. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan digital perlu diiringi dengan perluasan inklusi keuangan agar UMKM mampu mengelola sumber daya secara lebih strategis dan berkelanjutan.