Abstrak


PROSES IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (Studi di SPPG Jenawi 1 dan SPPG Klodran Colomadu, Kabupaten Karanganyar)


Oleh :
Berliana Primadita - D0122025 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jenawi 1 dan SPPG Klodran Colomadu, Kabupaten Karanganyar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berlangsung melalui tiga tahap berdasarkan Teori Charles O. Jones, yaitu interpretasi, pengorganisasian, dan aplikasi. Tahap interpretasi mencakup pengkajian teknis operasionalisasi pedoman program, serta melakukan sosialisasi kepada petugas SPPG, sekolah atau penerima manfaat dan beberapa stakeholder sekitar. Tahap pengorganisasian meliputi perekrutan petugas, penetapan SOP, penyediaan sarana prasarana, dan penetapan jadwal. Tahap aplikasi mencakup penerimaan anggaran, pengadaan bahan, persiapan bahan masakan, pengolahan makanan, pemorsian, pendistribusian, pengambilan ompreng, pemilahan sisa makanan, dan pembersihan ompreng. Berdasarkan Teori George C. Edwards III, faktor yang menjadi pendorong dalam implementasi program ini antara lain faktor komunikasi karena adanya penyampaian informasi secara aktif, kejelasan informasi yang diberikan, serta konsistensi informasi dari pihak SPPG dengan relawan serta PIC penerima manfaat, kecukupan jumlah sumber daya manusia sehingga masing-masing tim dapat beroperasi, kecukupan jumlah fasilitas dan memadai untuk operasional program, disposisi karena adanya komitmen dan dukungan atas kerja sama dan tanggung jawab, serta struktur birokrasi karena adanya penerapan SOP dan pembagian tugas atau struktur organisasi yang jelas. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya keterlambatan pencairan dana atau anggaran yang pernah terjadi pada SPPG Jenawi 1 sehingga harus berhenti operasional secara sementara. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan perbandingan antara dua SPPG dengan kondisi operasional yang berbeda, dan menunjukkan pentingnya sumber daya anggaran bagi operasional dan keberlanjutan program.