Abstrak


Analisis Relasi Sosial dalam Lingkungan Kerja Informal: Studi Kasus Driver Ojek Online Surakarta


Oleh :
Vendra Panji Septyaji - D0320087 - Fak. ISIP

Perkembangan teknologi melahirkan adanya layanan transportasi online, yang sangat diminati masyarakat karena memberikan kemudahan di kehidupan sehari-hari. Minat yang tinggi ini menjadikan jasa layanan transportasi online menjadi salah satu pekerjaan yang diminati masyarakat. Meskipun pekerjaan ini hanya sebatas pekerjaan informal, namun interaksi antar pekerjanya sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk relasi dan solidaritas sosial yang terbentuk di antara pengemudi ojek online di Surakarta, menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan menghambat terbentuknya solidaritas sosial tersebut dalam perspektif modal sosial Putnam, serta mengkaji kontribusi relasi dan solidaritas sosial terhadap kesejahteraan sosial ekonomi pengemudi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dua belas pengemudi ojek online dari platform Gojek, Grab, dan Maxim di Kota Surakarta, dilengkapi dengan observasi lapangan dan dokumentasi komunitas digital. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi tiga kerangka teori: teori strukturasi Giddens, teori modal sosial Putnam, dan teori solidaritas sosial Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial antar pengemudi terbentuk melalui interaksi sehari-hari di titik mangkal dan komunikasi melalui grup digital seperti WhatsApp dan Facebook, yang melahirkan solidaritas sosial berupa saling berbagi informasi order, bantuan teknis, dukungan finansial, serta dukungan moral. Faktor pendorong solidaritas meliputi rasa senasib sebagai pekerja informal, kepercayaan antar pengemudi, norma timbal balik, dan nilai budaya gotong royong. Sementara faktor penghambatnya adalah persaingan dalam memperoleh order, tekanan kebutuhan ekonomi individual, dan perbedaan orientasi kerja antara pengemudi utama dan sampingan. Solidaritas yang terbentuk memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan sosial ekonomi pengemudi melalui tiga dimensi: ekonomi, sosial-psikologis , serta keamanan kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa solidaritas sosial berperan sebagai modal utama bagi pengemudi ojek online dalam menghadapi dinamika kerja informal berbasis platform digital.