Abstrak
Tata Laksana dan Analisis Usaha Penggemukan Domba Awassi di Peternakan Sarnoto Farm, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Oleh :
Qoharudin Nur Pratama - V2323038 - Sekolah Vokasi
Usaha penggemukan domba Awassi
memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena tingginya
permintaan daging masyarakat serta didukung oleh kemampuan adaptasi ternak yang
baik terhadap berbagai kondisi iklim lingkungan. Peternakan Sarnoto Farm
di Kabupaten Sukoharjo menerapkan sistem pemeliharaan intensif untuk
mengoptimalkan produktivitas tersebut. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengkaji
secara komprehensif mengenai tata laksana pemeliharaan dan menganalisis
kelayakan finansial pada usaha penggemukan domba Awassi di peternakan Sarnoto Farm.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan menggunakan
pendekatan metode observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta studi
pustaka. Parameter yang dikaji mencakup aspek operasional seperti tata laksana
perkandangan, pakan, kesehatan, produktivitas, manajemen limbah, hingga ke
perhitungan evaluasi ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen perkandangan
telah menggunakan sistem kandang panggung koloni dengan tingkat kepadatan cukup
ideal, yakni sebesar 0,75 m² per ekor. Manajemen pemberian pakan
mengombinasikan bahan konsentrat dan hijauan rumput Odot segar. Evaluasi
kecukupan nutrisi pakan mengindikasikan adanya surplus pada parameter Bahan
Kering (BK) dan Total Digestible Nutrients (TDN), namun di sisi lain
ransum masih mengalami defisit pada kandungan Protein Kasar (PK). Kinerja
produktivitas ternak menghasilkan rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian
(PBBH) 0,154 kg/hari, dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 6,10,
dan biaya Feed Cost per Gain (FCG) sebesar Rp24.870/kg. Dari hasil
analisis ekonomi, kegiatan usaha penggemukan domba di peternakan Sarnoto Farm
mampu menghasilkan total keuntungan bersih sebesar Rp83.391.200 per tahun, di
mana nilai Break Even Point (BEP) penerimaan berada di titik Rp99.636.713.
Kesimpulannya, manajemen tata laksana pemeliharaan secara umum sudah berjalan
dengan baik dan terstruktur, meskipun perbaikan terhadap komposisi kandungan
protein pakan mutlak diperlukan. Secara kelayakan finansial, berbekal nilai
perolehan Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,3 dan taksiran pengembalian
modal atau Payback Period selama 1,1 tahun, maka usaha penggemukan domba
Awassi ini dinyatakan sangat menguntungkan dan layak untuk terus dijalankan.