Abstrak


Tata Kelola Risiko Toxic Pertemanan Pada Mahasiswa Di Universitas Sebelas Maret


Oleh :
Nasywa Kania Filasofa - D0322077 - Fak. ISIP

Toxic pertemanan merupakan salah satu risiko sosial yang dapat memengaruhi kehidupan sosial dan akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola risiko toxic pertemanan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal penyebabnya, serta menganalisis dampaknya terhadap mahasiswa UNS. Penelitian menggunakan Teori Risk Society Ulrich Beck dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman dan Saldaña serta divalidasi dengan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola risiko dilakukan melalui identifikasi risiko, analisis risiko, mitigasi risiko, evaluasi risiko, serta komunikasi risiko. Strategi yang dilakukan mahasiswa meliputi mengenali perilaku toxic, menetapkan batasan, mengurangi interaksi, mengambil jarak, mencari dukungan, hingga mengakhiri hubungan apabila diperlukan. Faktor internal meliputi rasa iri, ego tinggi, keinginan mendominasi atau mengontrol, dan kurangnya empati, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan pertemanan yang tidak sehat, persaingan akademik, tekanan sosial, dan pengaruh media sosial. Dampak sosial yang ditemukan berupa trust issues, menarik diri, serta rasa takut dan tidak nyaman dalam berinteraksi. Dampak akademik meliputi menurunnya konsentrasi, motivasi belajar, dan hasil akademik. Penelitian ini menunjukkan bahwa toxic pertemanan merupakan risiko sosial yang perlu dikenali dan dikelola untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih sehat.