Abstrak


Analisis Teknik Penerjemahan Ironi dalam Kumpulan Novela 《我胆小如鼠》wǒ dǎnxiǎo rú shǔ Karya Yu Hua: Pendekatan Stilistika


Oleh :
Alyssa Az Zahra - B0622002 - Fak. Ilmu Budaya

Ironi merupakan salah satu perangkat sastra (literary device) yang maknanya sering kali bersifat implisit atau bergantung pada konteks, sehingga menjadi tantangan dalam penerjemahan, terutama dalam mempertahankan makna di bahasa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis ironi, meliputi ironi verbal, ironi situasional, dan ironi dramatis yang berupa tuturan atau narasi dalam kumpulan novela《我胆小如鼠》wǒ dǎnxiǎo rú shǔ dan versi terjemahan bahasa Indonesia “Nyaliku Kecil Seperti Tikus”, (2) mengidentifikasi teknik penerjemahan menggunakan teori Molina & Albir (2002) yang diterapkan dalam penerjemahan ironi, dan (3) menganalisis pergeseran akibat penerapan teknik penerjemahan pada bahasa sasaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data yang digunakan berupa kumpulan novela《我胆小如鼠》wǒ dǎnxiǎo rú shǔ, termasuk cerita《现实一种》xiànshí yī zhǒng, dan《偶然事件》ǒurán shìjiàn beserta versi terjemahannya. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada Spradley (1980) yang diadaptasi oleh Santosa (2017), berupa analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil temuan menunjukkan bahwa total keseluruhan data penelitian sebanyak 45 data dan didominasi oleh ironi verbal sejumlah 18 data. Teknik penerjemahan yang ditemukan sebanyak 8 jenis, terdiri dari teknik harfiah, amplifikasi, amplifikasi linguistik, reduksi, modulasi, kesepadanan lazim, generalisasi, dan kompresi linguistik. Penerapan teknik-teknik tersebut berdampak pada hasil terjemahan ironi, yang ditandai dengan terjadinya pergeseran bentuk sebanyak 35 kali, pergeseran makna sebanyak 10 kali, dan tidak mengalami pergeseran sebanyak 12 data. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik penerjemahan lebih banyak berdampak pada pergeseran bentuk, sementara makna ironi relatif dipertahankan. Selain itu, berdasarkan struktur naratif, ironi cenderung muncul pada tahap komplikasi, yang menunjukkan bahwa ironi tidak hanya digunakan sebagai perangkat sastra, tetapi juga berperan dalam menyampaikan sindiran terhadap perilaku, nilai, dan realitas sosial yang digambarkan dalam cerita.