Abstrak
Pengaruh Jenis Dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Aksesi Kepulauan Riau
Oleh :
Fizca Anfidhia Zulfa - H0722058 - Fak. Pertanian
ABSTRAKKelor (*Moringa oleifera* Lam.) merupakan tanaman serbaguna dengan nilai gizi dan fungsional yang tinggi, sehingga memiliki potensi pengembangan yang cukup besar. Komposisi media tanam dalam penelitian ini, yang mencakup perlakuan pupuk organik cair "Total Tirta", pupuk bio-organik "Hayati", dan pupuk kandang ayam, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan, kandungan klorofil, kandungan vitamin C, dan hasil tanaman kelor aksesi Kepulauan Riau, serta mengidentifikasi perlakuan yang memberikan respons terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial. Perlakuan yang diuji meliputi: kontrol tanpa pupuk, POC 50 mL L⁻¹, POC 100 mL L⁻¹, POC 150 mL L⁻¹, pupuk bio-organik padat 5 t ha⁻¹, pupuk bio-organik padat 10 t ha⁻¹, pupuk bio-organik padat 15 t ha⁻¹, pupuk organik ayam 5 t ha⁻¹, pupuk organik ayam 10 t ha⁻¹, dan pupuk organik ayam 15 t ha⁻¹. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Ragam) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT (*Duncan's Multiple Range Test*) jika ditemukan perbedaan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk bio-organik padat dengan dosis 5, 10, dan 15 t ha⁻¹ meningkatkan pertumbuhan tanaman, khususnya tinggi tanaman dan jumlah daun, di mana dosis 10 t ha⁻¹ menghasilkan jumlah daun terbanyak pada akhir pengamatan. Pupuk organik cair memberikan pengaruh positif terhadap klorofil A, klorofil B, dan total klorofil, dengan dosis 150 mL L⁻¹ menghasilkan respons klorofil terbaik. Pupuk kandang ayam memberikan pengaruh positif terhadap diameter batang, kandungan vitamin C, dan biomassa segar. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa respons tanaman kelor terhadap pupuk organik bervariasi tergantung pada parameter pertumbuhan dan fisiologis yang diamati.Kata kunci: alfisol, klorofil, diameter, tinggi, daun, vitamin C