Abstrak


PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VI GUGUS DR. SOETOMO KECAMATAN PRINGAPUS


Oleh :
Bondan Wira Pranatama - K7122067 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis fenomena (Phenomenon Based Learning /PhBL) terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 58 peserta didik yang terdiri atas 29 siswa SDN Pringsari 2 sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model PhBL dan 29 siswa SDN Pringsari 1 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui tes keterampilan menulis puisi berupa pre-test dan posttest serta observasi selama proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis puisi siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi < 0,001 dengan nilai t = -6,842. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 81,90, sedangkan kelas kontrol sebesar 66,72. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Peningkatan keterampilan menulis puisi pada kelas eksperimen terlihat pada aspek diksi, gaya bahasa, rima, kesesuaian judul, tema, dan isi, serta kedalaman makna. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa penerapan model PhBL mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengamati fenomena nyata, mengembangkan ide, berdiskusi, dan menuangkan hasil pengamatan ke dalam bentuk puisi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis fenomena (Phenomenon Based Learning / PhBL) berpengaruh signifikan dan lebih efektif dibandingkan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VI sekolah dasar.