Abstrak


PROSEDUR EKSPOR KAIN BATIK KATUN DI PT BATIK DANAR HADI (STUDI KASUS EKSPOR KE AMERIKA SERIKAT)


Oleh :
Mohammad Ammar Qabil - V0723052 - Sekolah Vokasi

PT Batik Danar Hadi merupakan salah satu perusahaan batik terkemuka di Indonesia yang berada di Solo, Jawa Tengah yang berdiri sejak tahun 1967 dan menjadi salah satu pilar utama dalam perkembangan industri batik nasional. Dalam menjalankan strategi pemasarannya, perusahaan membagi pasarnya ke dalam dua segmen utama, yaitu pasar domestik yang berfokus pada produk pakaian jadi, sedangkan untuk pasar internasional berfokus pada penyediaan kain batik katun dalam bentuk gulungan. Pada segmen internasional, negara Amerika Serikat dipilih sebagai target pasar utama karena di negara tersebut memiliki komunitas pengrajin dan pencinta kain (quilters) dalam jumlah besar, sehingga menghasilkan permintaan produk yang tinggi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur ekspor kain batik katun serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan ekspor di PT Batik Danar Hadi. Fokus penelitian ini adalah pada alur ekspor yang dijalankan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur bersama staf Legal Officer Divisi Export, observasi partisipan, serta studi dokumentasi yang meliputi data internal perusahaan, dokumen publik, dan dokumentasi pribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur ekspor di PT Batik Danar Hadi terdiri atas dua belas tahapan yang tersusun secara sistematis dan berkesinambungan. Proses ini berawal dari korespondensi antara salesman dan buyer, yang kemudian berlanjut ke penerbitan Purchase Order (PO) sebagai tanda kesepakatan awal transaksi, setelah Purchase Order (PO) diterima salesman membuat kontrak dagang. Tahap berikutnya adalah proses produksi, setelah itu masuk tahapan Quality Control. Selanjutnya adalah tahap pengemasan, dan bersamaan dengan itu staf Legal Officer membuat Shipping Instruction (SI) serta Invoice dan Packing List (IPL) sebagai dokumen pendukung pengiriman. Selanjutnya, tahapan pengurusan Certificate of Origin (COO) untuk membuktikan asal-usul barang, Tahap berikutnya adalah kegiatan shipment hingga diterbitkannya Nota Pelayanan Ekspor (NPE) oleh Bea Cukai sebagai syarat kepabeanan. Rangkaian proses ini ditutup dengan kegiatan pemuatan barang ke kapal (stevedoring) serta pelunasan pembayaran oleh pembeli melalui mekanisme Telegraphic Transfer (TT), dan ada beberapa kendala yang dihadapi PT Batik Danar Hadi dalam pelaksanaan ekspor. Pertama, pada tahap produksi yang masih mengandalkan penjemuran alami yang menyebabkan jalannya produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kedua, pada tahap stevedoring, ditemukan kendala berupa kerusakan pada box akibat proses bongkar muat yang kurang hati-hati maupun benturan fisik selama penanganan di pelabuhan maupun saat proses shipment. Kata Kunci: Prosedur, Ekspor, Kasus Amerika Serikat, Kendala Ekspor, Kain Batik Katun