Abstrak


Perencanaan dan Perancangan Area Kering, Siap Saji, dan Penunjang Pasar Talun di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Tropis


Oleh :
Fidia Ramadhan - K1519029 - Fak. KIP

Fidia Ramadhan. K1519029. Pembimbing: Dr. Ir. Chundakus Habsya, MS., Ars. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AREA KERING, SIAP SAJI, DAN PENUNJANG PASAR TALUN DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.            Perencanaan dan perancangan ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi eksisting Pasar Talun di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, (2) merencanakan area kering, siap saji, dan penunjang Pasar Talun di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dengan pendekatan arsitektur tropis, (3) merancang area kering, siap saji, dan penunjang Pasar Talun di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dengan Pendekatan arsitektur tropis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode pemrograman arsitektur. Sumber data primer terdiri dari data kondisi eksisting, informan 2 orang pengelola pasar, 2orang pedagang, dan 2 orang pembeli), dan dokumen (Data Pedagang Pasar Talun Tahun 2023). Sumber data sekunder terdiri dari (SNI 8152:2021 tentang Pasar Rakyat, Data Arsitek, dan Peraturan terkait tata ruang dan gambar). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dengan pendekatan program perencanaan dan perancangan.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Pasar Talun belum memenuhi standar pasar rakyat pada aspek zonasi, kebersihan, fasilitas penunjang, sirkulasi, pencahayaan, dan penghawaan. Perencanaan ruang disusun berdasarkan analisis pengguna dan aktivitas serta proyeksi kenaikan jumlah pedagang sebesar 71,8% dalam 20 tahun, sehingga direncanakan 344 unit ruang dagang area kering dan 64 unit ruang dagang area siap saji. Perancangan menghasilkan konsep struktur tiga lapis, sistem utilitas air bersih, air kotor, pemanenan air hujan, kelistrikan, dan pengelolaan sampah, serta penerapan lima prinsip arsitektur tropis, yaitu kenyamanan termal, aliran udara, mitigasi radiasi panas, pencahayaan alami, dan respon terhadap curah hujan, yang diwujudkan pada dua massa bangunan, yaitu massa A sebagai area dagang berlantai basemen dan tiga lantai, serta massa B sebagai fasilitas penunjang berupa kantor pengelola dan ruang kesehatan pasar.