Abstrak
Strategi Pengulangan Sebagai Pendukung Retensi Kosakata Bahasa Mandarin Dalam Jangka Pendek Dan Jangka Panjang Pada Pembelajar Bahasa Mandarin
Oleh :
Ayu Puspitasari - B0622009 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektif dari tiga strategi
pengulangan, yaitu lisan, tertulis, lisan+tertulis dalam meningkatkan kemampuan
retensi kosakata bahasa Mandarin, baik dalam hal mengingat makna (meaning)
maupun bentuk/ejaan (form/spelling). Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif, yang melibatkan 76 pembelajar bahasa Mandarin yang dibagi dan diuji
menggunakan ketiga kelompok strategi pengulangan tersebut melalui serangkaian
tes retensi jangka pendek (tes tertunda satu hari setelah perlakuan) maupun jangka
panjang (tes tertunda setelah satu minggu dan enam minggu). Temuan penelitian
ini menunjukkan bahwa ketiga metode tersebut berhasil meningkatkan retensi
kosakata bahasa Mandarin baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Namun, tingkat retensi menurun seiring waktu, menunjukkan bahwa pengulangan
lebih lanjut diperlukan untuk mempertahankan retensi kosakata yang ideal.
Meskipun kelompok lisan+tertulis menunjukkan tren peningkatan retensi, terutama
dalam mengingat makna kata, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik
antara ketiga perlakuan tersebut dalam hal meningkatkan retensi kosakata.
Berdasarkan temuan ini, tidak ada metode tertentu yang lebih efektif daripada yang
lain dalam mempelajari kosakata bahasa Mandarin. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah bahwa pelibatan aktif otak melalui proses retrieval ganda (lisan+tulis)
mampu memperkuat struktur ingatan secara kokoh untuk jangka panjang. Oleh
karena itu, strategi gabungan ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam
proses belajar-mengajar kosakata bahasa Mandarin.