Abstrak
TATA LAKSANA PEMBIBITAN DAN ANALISIS USAHA KAMBING BOER DI RB FARM, KARANGANYAR, JAWA TENGAH
Oleh :
Rizal Khairul Rosid - V2323041 - Sekolah Vokasi
Kambing Boer merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang
memiliki pertumbuhan relatif cepat dan banyak dikembangkan untuk mendukung
ketahanan pangan. Usaha pembibitan kambing Boer bertujuan untuk menghasilkan
bakalan dan keturunan genetik unggul. Tata laksana pembibitan adalah faktor
penting dalam pembibitan kambing Boer karena peternak dapat mengetahui
manajemen pemeliharaan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan ternak.
Keberhasilan suatu usaha dapat dilihat dengan cara melakukan analisis kelayakan
usaha. RB Farm merupakan salah satu peternakan kambing Boer yang kian
mengembangkan usahanya. Materi yang digunakan dalam kegiatan tugas akhir ini
adalah daftar pertanyaan wawancara, pita ukur, alat dokumentasi, alat tulis,
wearpack, sepatu kandang, dan peralatan kandang. Metode yang digunakan dalam
kegiatan tugas akhir ini adalah pengamatan secara langsung, wawancara, dan studi
pustaka. Tujuan tugas akhir yaitu untuk memahami dan menganalisis tata laksana
pembibitan serta mengevaluasi aspek-aspek yang berkaitan dengan tata laksana
pembibitan kambing Boer dan analisis usaha di RB Farm. Pemilihan bibit pejantan
dan indukan mempertimbangkan asal bibit, harga, kriteria umur, kondisi fisik, dan
kesehatan. Perkandangan yang diterapkan yaitu kandang panggung dengan tipe
petak individu dan koloni serta memiliki tipe atap gable. Pakan yang diberikan
berupa konsentrat dan hijauan Indigofera yang diberikan secara teratur dengan
jumlah pemberian konsentrat 1 hingga 1,5 kg/ekor dan hijauan 0,5 hingga 1
kg/ekor. Penyakit scabies menjadi penyakit yang sering menyerang. Evaluasi
kinerja reproduksi menunjukkan conception rate 50% dan litter size 1,5.
Penanganan limbah kotoran dibuat menjadi pupuk kandang. Pemasaran pupuk dan
ternak dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir. Usaha peternakan
pembibitan kambing Boer RB Farm dapat dikatakan belum layak untuk dijalankan,
sesuai dengan nilai benefit cost ratio (BCR) 0,23, break even point (BEP) rupiah
sebesar Rp 627.443.750, BEP unit 155 ekor, dan payback period (PP) tidak dapat
dihitung karena mengalami kerugian. Tata laksana pembibitan di RB Farm sudah
berjalan dengan baik.