Abstrak


Strategi Guru dalam Mengimplementasikan Pendekatan Deep Learning pada Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali


Oleh :
Wintang Yuridho Octorino - K4422082 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pemahaman guru sejarah tentang pendekatan deep learning, strategi guru dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut pada pembelajaran sejarah, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya di SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua guru mata pelajaran sejarah dan peserta didik kelas 11 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali, dengan sumber data dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi berperan pasif, wawancara mendalam, angket, dan studi dokumen, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, pemahaman guru terhadap pendekatan deep learning ditunjukkan melalui empat indikator, yaitu kemampuan memposisikan deep learning sebagai penyempurna kurikulum dan bukan kurikulum baru, kemampuan menjelaskan keterkaitan antarpilar meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning secara konsisten, kesadaran akan tantangan implementasi seperti keterbatasan sarana dan prasarana, serta kemampuan menerjemahkan ketiga pilar tersebut ke dalam praktik pembelajaran sejarah secara kontekstual. Kedua, strategi guru tercermin dalam perencanaan pembelajaran melalui modul ajar terintegrasi, penerapan meaningful learning dengan mengaitkan materi sejarah pada kehidupan peserta didik, penerapan mindful learning melalui contoh konkret dan keteladanan guru, penerapan joyful learning melalui bernyanyi bersama dan permainan digital seperti Kahoot, serta asesmen fleksibel dan berjenjang yang dilengkapi remedial dan pengayaan. Ketiga, faktor pendukung meliputi kompetensi guru, kolaborasi antarguru, dan dukungan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu, minimnya sumber belajar, dan tingginya beban kerja guru, yang diatasi melalui pemanfaatan media siap pakai dan kemandirian belajar peserta didik. Penerapan deep learning berdampak positif terhadap pemahaman peserta didik pada ketiga pilarnya, sehingga turut meningkatkan hasil belajar mereka. Kata kunci: strategi guru, deep learning, pembelajaran sejarah.