Abstrak
Pengembangan Modul Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama di Surakarta, Jawa Tengah.
Oleh :
Tika Mustikawati - S812408019 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan kondisi layanan bimbingan konseling, khususnya terkait edukasi kesehatan mental serta kebutuhan media pada Sekolah Menengah Pertama di Surakarta. 2) Mengetahui kelayakan produk modul psikoedukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental peserta didik di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan penilaian para ahli. 3) Menguji efektivitas penggunaan modul psikoedukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental pada peserta didik di Sekolah Menengah Pertama.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research&Development dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII di jenjang Sekolah Menengah Pertama di Surakarta. Uji kelayakan produk dilakukan melalui validasi oleh ahli media, ahli materi,praktisi (guru BK), dan uji coba pengguna. Desain eksperimen yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Non-equevalent Control Group Design. Instrumen tes yang digunakan sebagai alat ukur literasi kesehatan mental adalah Mental Health Literacy Questionnaire (MHLQ). Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis statistik parametrik, yang meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas, ANCOVA, dan N-Gain.Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kondisi layanan Bimbingan Konseling masih berpusat pada guru dan bersifat satu arah, literasi kesehatan mental siswa masih rendah karena belum terintegrasi secara khusus dalam layanan BimbinganKonseling, serta diperlukan media pembelajaran yang mendukung peningkatan literasi kesehatan mental. 2) Hasil validasi dari ahli media, ahli materi, praktisi, dan uji coba pengguna modul psikoedukasi memperoleh persentase lebih dari 85%. Hasil validasi berada pada kategori sangat baik, sehingga modul psikoedukasi yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan. 3) Hasil analisis ANCOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kemampuan literasi kesehatan mental peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peningkatan kemampuan tersebut didukung oleh hasil analisis N-Gain sebesar 64,26% dengan kategori cukup efektif. Dengan demikian, modul psikoedukasi dapat diintegrasikan dalam layanan bimbingan konseling sebagai salah satu media untuk meningkatkan literasi kesehatan mental peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Pertama.