Abstrak


DINAMIKA GRUP BAND SPIRIT OF LIFE DI SURAKARTA TAHUN 2002-2025


Oleh :
Muhammad Aryaresta - B0422057 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini mengkaji dinamika grup band Spirit of Life di Surakarta dari tahun 2002 hingga 2025. Masuknya musik hardcore ke Indonesia pada awal 1990-an membawa etos kerja Do-It-Yourself (DIY) yang kemudian melahirkan Komunitas Solo City Hardcore (SCHC). Spirit of Life hadir sebagai salah satu pionir penting dalam etos kerja Do-It-Yourself (DIY) dan komunitas hardcore. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis latar belakang kemunculan, fase perkembangan, serta dampak sosial, budaya dan ekonomi dari keberadaan band tersebut di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan historiografi. Dalam penelitian ini, sumber tertulis diperoleh dari arsip pribadi, foto, zine, poster acara, lalu buku, artikel jurnal, skripsi, yang diperoleh dari Laboratorium Vorstenlanden dan sumber daring yang relevan. Selain itu, sumber lisan diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang terlibat dalam dinamika grup band Spirit of Life.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahirnya Spirit of Life merupakan bagian dari perkembangan musik hardcore di Surakarta yang dipengaruhi oleh masuknya budaya hardcore ke Indonesia serta terbentuknya Komunitas Solo City Hardcore yang berlandaskan semangat Do-It-Yourself (DIY). Dinamika Spirit of Life terbagi ke dalam lima fase, yaitu pembentukan (2002–2005), perkembangan karakter musik hardcore beatdown (2006–2009), puncak popularitas melalui tur nasional (2009–2014), masa vakum (2015–2021), dan kebangkitan kembali pada 2022–2025 melalui perilisan single Genocide. Dalam perjalanannya, Spirit of Life memberikan dampak pada bidang sosial melalui penguatan solidaritas komunitas dan berbagai kegiatan kemanusiaan, serta pada bidang budaya melalui pelestarian etos Do-It-Yourself (DIY) yang berakulturasi dengan nilai guyub dan gotong royong masyarakat Jawa. Selain itu, Spirit of Life turut mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal melalui pengelolaan Kidfighter Records dan Kidfighter Rock House sebagai wadah produksi, distribusi, dan pemasaran karya musik independen.            Kesimpulannya, Spirit of Life lahir sebagai bagian dari perkembangan musik hardcore di Surakarta yang didukung oleh tumbuhnya Komunitas Solo City Hardcore dengan semangat Do-It-Yourself (DIY). Sepanjang tahun 2002–2025, Spirit of Life mengalami dinamika berupa perubahan personel, perkembangan karakter musik, aktivitas pertunjukan, masa vakum akibat pandemi Covid-19, hingga bangkit kembali melalui perilisan karya dan berbagai aktivitas komunitas. Keberadaan Spirit of Life juga memberikan dampak dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi melalui penguatan solidaritas komunitas, pelestarian identitas skena hardcore Surakarta, serta pengembangan industri kreatif berbasis musik independen.