Abstrak
Efektivitas Variasi Konsentrasi Infusa Daun Belimbing Manis (Averrhoa carambola L.) dalam Sediaan Mouthwash sebagai Agen Antibakteri terhadap Streptococcus sanguinis
Oleh :
Niken Antika - V3723041 - Sekolah Vokasi
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek fundamental. Penyakit periodontal akibat akumulasi plak dari bakteri Streptococcus sanguinis menjadi masalah kesehatan mulut yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri infusa daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) serta efektivitas variasi konsentrasinya dalam sediaan mouthwash terhadap Streptococcus sanguinis. Metode penelitian ini melibatkan ekstraksi infusa daun belimbing manis menggunakan air suhu ±90°C selama 15 menit dengan variasi konsentrasi infusa 10% (F1), 30% (F2), dan 50% (F3). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, dan dilanjutkan dengan uji One Way ANOVA serta Post Hoc Tukey HSD untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri antar variasi konsentrasi dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil uji menunjukkan berturut-turut F1; F2; F3 infusa murni memiliki ratarata zona hambat 9,98 mm; 11,67 mm; 13,32 mm (kategori sedang-kuat) dan konsentrasi 50% setara dengan kontrol positif. Sementara pada mouthwash terjadi penurunan aktivitas zona hambat yakni 6,71 mm; 7,51 mm; 9,68 mm (kategori sedang) dan konsentrasi 50% lebih rendah dari kontrol positif. Peningkatan konsentrasi signifikan berbanding lurus terhadap diameter zona hambat. Dapat disimpulkan, infusa dan mouthwash daun belimbing manis efektif menghambat pertumbuhan Streptococcus sanguinis dengan konsentrasi 50% sebagai daya hambat tertinggi (13,32 mm dan 9,68 mm).