Abstrak


PENENTUAN HARGA JUAL SAPI POTONG BERDASARKAN PERBEDAAN BANGSA (Studi Kasus di Sunarto Farm pada Hari Raya Idul Adha Tahun 2026)


Oleh :
Muhammad Fatah Khoirul Fawwaz - V2323026 - Sekolah Vokasi

Usaha penggemukan sapi potong merupakan [na1] salah satu kegiatan peternakan yang bertujuan meningkatkan produksi daging dan nilai jual ternak. Kegiatan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui bangsa sapi yang paling diminati konsumen, faktor-faktor yang memengaruhi penentuan harga jual sapi hasil penggemukan, serta segmentasi pasar di Sunarto Farm. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6–31 Mei 2026 di Sunarto Farm, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan analisis data sekunder yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan bangsa sapi yang paling diminati konsumen dengan persentase penjualan sebesar 44,0%, diikuti sapi Pegon 29,7%, Limousin 11,9%, Angus 9,5%, dan Simmental 4,7%. Produktivitas ternak menunjukkan nilai pertambahan bobot badan harian (Average Daily Gain/ADG) berkisar antara 0,966–1,227 kg/ekor/hari, nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 5,26–6,74, dan rata-rata Feed Cost per Gain (FCG) sebesar Rp23.809/kg, yang menunjukkan penggunaan pakan cukup efisien. Penentuan harga jual sapi dipengaruhi oleh bangsa sapi, bobot badan, harga bakalan, biaya pemeliharaan, biaya pengiriman, serta segmentasi pasar yang dituju. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilihan bangsa sapi yang sesuai dengan permintaan pasar, didukung manajemen pemeliharaan dan pakan yang baik serta penetapan harga berdasarkan biaya produksi dan kondisi pasar, mampu meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha penggemukan sapi potong di Sunarto Farm.