Abstrak
Respon Publik Tentang Implementasi Kebijakan Cuti Haid Bagi Pekerja Perempuan Di Indonesia: Social Network Analysis
Oleh :
Yasyfa Aqila Ardana - D0122140 - Fak. ISIP
Penelitian ini membahas respon publik tentang implementasi kebijakan
cuti haid bagi pekerja perempuan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA). Kebijakan
cuti haid telah memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, namun implementasinya masih menimbulkan berbagai
persoalan, seperti hambatan administratif, pemotongan upah, stigma menstruasi,
lemahnya pengawasan, dan ketimpangan relasi kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan bentuk respon publik terhadap implementasi kebijakan cuti haid serta memetakan
jaringan aktor yang membentuk diskursus kebijakan tersebut dalam media
berita daring. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan campuran melalui
analisis isi kualitatif dan analisis jaringan
sosial. Data penelitian diperoleh dari 34 berita daring dari 19 media yang dikumpulkan
melalui Google News, kemudian
diekstraksi menjadi 48 unit pernyataan respon dan dianalisis menggunakan Gephi untuk melihat struktur jaringan
dan Vosviewer untuk visualisasi kluster. Hasil penelitian kualitatif
menunjukkan bahwa respon terdiri dari 5 bentuk yaitu respon analitis, respon
kritis, respon adaptif kompromistis, respon skeptis dan respon reaktif konfrontatif.
Respon analitis merepresentasikan implementasi kebijakan pada aspek komunikasi melalui penjelasan medis,
historis, komparatif, serta relasi sosial. Respon kritis mencerminkan
kegagalan implementasi kebijakan pada aspek disposisi pelaksana, sumber daya,
dan struktur birokrasi. Respon adaptif kompromistis menggambarkan implementasi
pada aspek komunikasi dan struktur birokrasi. Respon skeptis merefleksikan
kelemahan implementasi pada aspek komunikasi kebijakan. Respon reaktif
konfrontatif menunjukkan problem implementasi pada aspek disposisi pelaksana.
Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa respon kritis menjadi kategori
paling dominan dengan 20 pernyataan atau 41,7%, diikuti respon adaptif
kompromistis sebanyak 14 pernyataan atau 29,2%, respon analitis sebanyak 12
pernyataan atau 25,0%, serta respon skeptis dan respon reaktif konfrontatif
masing-masing 1 pernyataan atau 2,1%. Hasil
analisis Social Network Analysis menunjukkan jaringan
terdiri atas 66 nodes dan 107 edges dengan nilai density 0,050
serta average degree 3,242, yang
mengindikasikan jaringan aktor cukup beragam namun belum terintegrasi secara
padat. Aktor dalam jaringan didominasi oleh pemerintah, pekerja perempuan,
serikat buruh, perusahaan, media, akademisi, dan praktisi hukum, dengan pola
relasi yang menunjukkan adanya distribusi peran dalam pembentukan wacana
publik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan utama
kebijakan cuti haid tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi terutama pada
variasi implementasi di tingkat praktik kerja, relasi kuasa, dan konstruksi
wacana publik yang terbentuk melalui jaringan media daring.