Abstrak
HUBUNGAN KADAR PEPSIN DENGAN TNF-α PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS FASE AKTIF DENGAN
REFLUKS LARINGOFARING
Oleh :
M Riyan Saputra - S922208003 - Fak. Kedokteran
ABSTRAKHUBUNGAN KADAR PEPSIN DENGAN KADAR TNF-α PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
DENGAN REFLUKS LARINGOFARING M. Riyan Saputra, Dewi Pratiwi, Putu Wijaya KandhiBagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah
Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD Dr. Moewardi Surakarta,
Indonesia Pendahuluan : Otitis media supuratif kronis (OMSK) fase
aktif merupakan inflamasi kronis telinga tengah yang diduga berkaitan dengan Refluks
Laringofaring (RLF). Pepsin sebagai komponen refluks dapat mencapai telinga
tengah melalui nasofaring dan tuba Eustachius serta berkaitan dengan
peningkatan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α). Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan kadar pepsin dengan kadar TNF-α pada pasien OMSK fase aktif dengan
RLF. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain
cross-sectional ini melibatkan 33 pasien OMSK fase aktif yang direkrut
secara consecutive sampling, terdiri atas 17 pasien dengan RLF dan 16
pasien tanpa RLF. Kadar pepsin dan TNF-α dalam sekret telinga tengah diukur
menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Perbedaan kadar
pepsin dianalisis dengan independent-samples t-test, kadar TNF-α dengan
uji Mann–Whitney U, sedangkan hubungan kedua biomarker dianalisis
menggunakan korelasi Spearman.Hasil: Kadar pepsin pada kelompok dengan RLF
lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa RLF dan menunjukkan perbedaan yang
bermakna secara statistik (t = 5,724; p < 0,001). Kadar TNF-α
juga lebih tinggi pada kelompok dengan RLF dibandingkan kelompok tanpa RLF
dengan perbedaan yang bermakna (U = 54,5; p = 0,004). Analisis
korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif dan bermakna antara kadar
pepsin dan TNF-α (rs = 0,582; p < 0,001).
Kesimpulan: Kadar pepsin berkorelasi positif dengan
kadar TNF-α pada pasien OMSK fase aktif. Pasien dengan RLF memiliki kadar
biomarker yang lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa RLF. Temuan ini mendukung
dugaan bahwa paparan refluks berhubungan dengan peningkatan respons inflamasi
lokal pada telinga tengah.