Abstrak
KONSTRUKSI KODE LINIER ATAS GALOIS RING GR(2^3) DENGAN HAMMING DISTANCE
Oleh :
Arif Febrorianto Hidayat - M0122011 - Fak. MIPA
Teori kode koreksi kesalahan (error-correcting code) pada mulanya dikembangkan
atas struktur ruang vektor pada finite field. Kebutuhan akan fleksibilitas yang
lebih besar dalam sistem komunikasi non-biner mendorong perluasan kerangka
aljabar tersebut menuju struktur ring komutatif. Salah satu struktur ring yang
relevan untuk dikaji adalah Galois ring GR(2^3,1), yang isomorfis dengan Z8.
Berbeda dari finite field, Z8 memuat elemen unit maupun pembagi nol secara
bersamaan, sehingga kode linier yang dibangun atas ring bersifat submodul dan
bukan subruang vektor. Hal ini menjadikan analisis performa kode, khususnya
distribusi bobot Hamming dan penentuan jarak minimum, tidak dapat sepenuhnya
mengikuti pendekatan yang berlaku pada kode atas field.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konstruksi eksplisit Galois ring
GR(2^3,1), membangun kode linier atas GR(2^3) ∼
=Z8 menggunakan pendekatan
submodul, menganalisis kemampuan kode dalam mendeteksi dan mengoreksi
kesalahan berdasarkan metrik Hamming distance, serta melakukan simulasi
proses decoding secara komputasi. Konstruksi GR(2^3,1) ∼
=Z8 dilakukan melalui
homomorfisme evaluasi Φ : Z8[x] → Z8 dengan Φ(g(x)) = g(0). Kode linier
selanjutnya dibangun sebagai submodul dari Z5
8 menggunakan matriks generator
berbentuk sistematis, dan seluruh codeword dienumerasi secara penuh untuk
menghitung distribusi bobot Hamming. Kemampuan koreksi kesalahan ditetapkan
berdasarkan jarak minimum yang diperoleh melalui analisis kasus pada struktur
codeword. Validasi komputasi dilakukan menggunakan Python dengan metode
nearest-neighbor decoding.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa isomorfisma GR(2^3,1) ∼
=Z8 diperoleh
melalui homomorfisme evaluasi Φ yang terbukti surjektif dengan ker(Φ) = ⟨x⟩,
sehingga berdasarkan Teorema Isomorfisma Pertama berlaku Z8[x]/⟨x⟩ ∼
= Z8.
Kode linier C berhasil dikonstruksi sebagai submodul dari Z_8^5 menggunakan
matriks generator sistematis G = G = [1 0 1 0 1; 0 1 0 1 1] , dengan formula codeword c =
(u1, u2,u1,u2,u1 + u2) (mod 8) dan |C| = 64. Analisis distribusi bobot Hamming
secara enumeratif menghasilkan weight enumerator WC(z) = 1+14z3+7z4+42z5,
dengan jarak minimum dmin = 3 dan kemampuan koreksi t = ⌊(dmin −1)/2⌋ = 1,
sehingga kode C dijamin mampu mengoreksi hingga 1 kesalahan dan mendeteksi
hingga 2 kesalahan pada setiap codeword yang ditransmisikan. Simulasi nearest
neighbor decoding menggunakan Python menunjukkan bahwa decoding berhasil
untuk setiap skenario dengan wH(e) ≤ t = 1 dan menghasilkan kegagalan untuk
wH(e) > 1, sesuai dengan jaminan koreksi yang diperoleh secara analitik.