Abstrak


Usahatani Pembibitan Tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan Aplikasi Agen Hayati Trichoderma


Oleh :
Muhammad Dany Fauzan - V4123062 - Sekolah Vokasi

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri pangan dan kuliner di Indonesia. Keberhasilan produksi tomat sangat ditentukan oleh tahap awal budidaya, yaitu pembibitan, yang dipengaruhi oleh kualitas media tanam serta ketahanan bibit terhadap patogen tular tanah. Salah satu upaya untuk mendukung pembibitan yang optimal adalah penggunaan agen hayati Trichoderma yang berperan sebagai plant growth-promoting fungi sekaligus pengendali hayati patogen tular tanah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempraktikkan tahapan pembibitan tomat dengan aplikasi Trichoderma serta menganalisis kelayakan usahataninya dalam skala 500 polybag. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tanon Kidul, Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Juni–Agustus 2026, menggunakan media tanam campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 yang diberi agen hayati Trichoderma sebanyak 500 gram (setara konsentrasi 0,25%). Pengamatan dilakukan terhadap daya kecambah, kecepatan kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, sedangkan analisis usahatani meliputi biaya tetap, biaya variabel, biaya total, HPP, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, B/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil kegiatan menunjukkan daya kecambah sebesar 56,45% (345 dari 630 benih) dengan kecepatan kecambah 77,85%, tergolong cepat meski daya kecambahnya masih di bawah standar mutu benih komersial akibat frekuensi penyiraman yang kurang optimal pada fase persemaian. Pertumbuhan bibit menunjukkan tren positif, dengan tinggi tanaman meningkat dari 7,17 cm pada Minggu ke-3 menjadi 25,53 cm pada Minggu ke-5, serta jumlah daun meningkat dari 2,00 helai menjadi 4,55 helai pada periode yang sama. Dari sisi usahatani, total biaya produksi sebesar Rp411.844,91 dengan HPP Rp823,69 per polybag dan harga jual ditetapkan Rp1.000 per polybag, sehingga diperoleh penerimaan Rp500.000 dan pendapatan bersih Rp88.155,09 per periode budidaya. Nilai R/C ratio sebesar 1,21 dan B/C ratio sebesar 0,21 menunjukkan usaha ini efisien dan menguntungkan, sedangkan BEP produksi tercapai pada 411 polybag, jauh di bawah realisasi produksi 500 polybag sehingga usaha telah melampaui titik impas dengan surplus 89 polybag. Aplikasi Trichoderma pada media tanam terbukti mendukung perkembangan akar dan menghasilkan bibit tomat yang sehat dan siap dipindahtanamkan, sementara analisis usahatani menunjukkan bahwa kegiatan pembibitan tomat dengan skala 500 polybag ini layak secara ekonomi untuk diusahakan.