Abstrak
Pengembangan Modul Elektronik Kimia Berbantuan Aplikasi Canva dan Flipsnack pada Materi Hidrolisis Garam Kelas XI SMA Negeri 1 Boyolali
Oleh :
Fitri Nur Aisyah Ikhsani - K3322042 - Fak. KIP
Materi
hidrolisis garam merupakan materi kimia yang bersifat kompleks, terutama pada
sub-materi perhitungan nilai pH. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tingkat
partisipasi siswa dalam mempelajari materi hidrolisis garam cenderung pasif
akibat penggunaan media pembelajaran konvensional, yaitu media yang bersifat
statis, komunikasi satu arah, dan berpusat pada guru, salah satu contohnya
adalah PowerPoint (PPT). Media tersebut dinilai belum mampu menjelaskan materi
secara mendalam, bersifat monoton, satu arah, serta belum memfasilitasi siswa
untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan, (2)
menguji kelayakan, dan (3) mengetahui respon penggunaan media pembelajaran berbantuan
aplikasi Canva dan Flipsnack materi hidrolisis garam.
Penelitian pengembangan (R&D) ini menggunakan model Kemp dengan delapan
elemen meliputi analisis permasalahan, karakteristik siswa, analisis isi
materi, perumusan tujuan pembelajaran, urutan isi materi, strategi
pembelajaran, rancangan desain pembelajaran, dan pengembangan media
pembelajaran. E-modul dikembangkan dalam flipbook terintegrasi sembilan
komponen, yaitu HidrolisisRecall, HidrolisisSmart, HidrolisisZone, HidrolisisSains,
HidrolisisSolusi, HidrolisisLogika, HidrolisisQuest, HidrolisisQuiz, dan HidrolisisCheck.
Kelayakan e-modul divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, diikuti uji
respon penggunaan guru kimia, serta uji coba terbatas dan uji lapangan pada
siswa. Hasil penelitian meunjukkan: (1) e-modul
hidrolisis garam berhasil dikembangkan dalam bentuk flipbook menggunakan
aplikasi Canva dan Flipsnack melalui delapan tahapan model
Kemp, (2) e-modul
dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan kategori baik,
dibuktikan melalui hasil validasi ahli media sebesar 83,33% dan ahli materi
sebesar 82,64%, (3) respon penggunaan e-modul oleh guru kimia
memperoleh nilai rata-rata 88,75%. Pada uji coba terbatas, 10 dari 12 siswa
(83,33%) memberikan penilaian di atas 68 dengan kategori sangat baik, sedangkan
2 siswa (16,67%) memberikan penilaian di bawah 68. Pada uji lapangan, sebanyak
31 siswa (86,11%) memberikan penilaian dalam kategori sangat baik dan 5 siswa
(13,88%) dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan aspek sebesar
92,46%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul hidrolisis
garam yang dikembangkan layak dan berpotensi digunakan sebagai media
pembelajaran mandiri untuk membantu siswa memahami materi hidrolisis garam.