Abstrak


Analisis Penawaran Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Temanggung


Oleh :
Muhammad Naufal Rasyid - H0822092 - Fak. Pertanian

Muhammad Naufal Rasyid. H0822092. 2026. “Analisis Penawaran Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Temanggung”. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Heru Irianto, M.M. dan Ir Agustono, M.Si. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan stabil sepanjang tahun. Fluktuasi produktivitas dan harga yang terjadi pada komoditas cabai rawit di Kabupaten Temanggung menimbulkan ketidakpastian bagi petani dalam menentukan keputusan tanam dan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan serta pendapatan petani. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran cabai rawit serta elastisitasnya di Kabupaten Temanggung.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Temanggung; 2) mengetahui faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi penawaran cabai rawit di Kabupaten Temanggung; dan 3) megetahui elastisitas jangka pendek dan jangka panjang penawaran cabai rawit di Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan data sekunder time series bulanan sebanyak 33 sampel dari November 20222-Juli 2025. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan pendekatan Partial Adjustment Model (PAM) Nerlove.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh nyata terhadap penawaran cabai rawit di Kabupaten Temanggung. Secara parsial, tiga variabel berpengaruh nyata, yaitu luas panen bulan t (X2) berpengaruh positif pada taraf 1% (koefisien 1,029), curah hujan bulan t (X3) berpengaruh negatif pada taraf 5% (koefisien -0,112), dan harga cabai merah biasa bulan t-2 (X5) berpengaruh positif pada taraf 5% (koefisien 0,305), sedangkan produksi bulan t-1 (X1) dan harga cabai rawit bulan t-2 (X4) tidak berpengaruh nyata. Luas panen bulan t merupakan faktor paling dominan sekaligus bersifat elastis (1,029) terhadap penawaran, sementara curah hujan dan harga cabai merah biasa bersifat inelastis. Mekanisme penyesuaian Nerlove untuk elastisitas jangka panjang tidak terbentuk secara empiris karena variabel lag dependen tidak berpengaruh signifikan.Saran yang dapat diberikan adalah: 1) petani diharapkan memprioritaskan perluasan area tanam, mengingat luas panen merupakan faktor paling dominan dan elastis terhadap penawaran; 2) petani disarankan memantau harga cabai merah biasa dan menyiapkan mitigasi curah hujan tinggi; 3) pemerintah daerah disarankan mengarahkan kebijakan stabilisasi pasokan pada instrumen non-harga, seperti pencegahan alih fungsi lahan dan penguatan infrastruktur irigasi; dan 4) penelitian selanjutnya disarankan menambah variabel penawaran lain serta memperpanjang periode data agar estimasi elastisitas jangka panjang lebih bermakna.