Abstrak


Prarancangan Pabrik Alil Alkohol dari Alil Klorida dan Natrium Hidroksida Kapasitas 100.000 Ton/Tahun


Oleh :
Sania Mutia Zaharani - I0522096 - Fak. Teknik

Maulida Adela Hapsari, Sania Mutia Zaharani, 2026, Prarancangan Pabrik Alil Alkohol dari Alil Klorida dan Natrium Hidroksida Kapasitas 100.000 Ton/Tahun, Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Alil alkohol (C3H6O) merupakan senyawa alkohol tak jenuh yang banyak digunakan sebagai bahan baku maupun bahan antara dalam industri resin, plastik, polimer, coating, serta berbagai industri kimia lainnya. Pabrik Alil Alkohol dari Alil Klorida dan NaOH dirancang memiliki kapasitas 100.000 ton/tahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan alil alkohol di Indonesia. 1 kg produk alil alkohol 96% membutuhkan 1,64 kg alil klorida, 1,83 kg NaOH, 0,002 kg NMP, dan 0,133 kg HCl. Selain itu, dihasilkan produk samping 1,30 kg NaCl dan 1,25 kg limbah. Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2030 di sekitar Kawasan Industri Cilegon (KIC), Banten. Alil klorida dari tangki penyimpanan (TK-01) dan larutan NaOH dari tangki penyimpanan (TK-03) disimpan pada suhu 30 °C dan tekanan 1,1 atm dialirkan menuju reaktor (R-01). Di dalam reaktor, terjadi reaksi hidrolisis alil klorida dengan NaOH pada suhu 120 °C dan tekanan 10 atm yang menghasilkan alil alkohol sebagai produk utama dan NaCl sebagai produk samping. Produk keluaran reaktor selanjutnya diturunkan tekanannya dan dipisahkan melalui rangkaian menara distilasi (MD-01 dan MD-02) serta ekstraktif distilasi (ED-01) menggunakan NMethyl-2-Pyrrolidone (NMP) sebagai entrainer hingga diperoleh alil alkohol dengan kemurnian 96,6%. Aliran yang mengandung natrium klorida, air, dan sisa NaOH dinetralkan menggunakan HCl, kemudian diolah melalui evaporator (EV01), crystallizer (CR-01), centrifuge (CF-01), dan dryer (DR-01) hingga menghasilkan natrium klorida sebagai produk samping dengan kemurnian 99%. Unit pendukung proses meliputi unit pengadaan air sebesar 0,105 m3/kg produk, listrik sebesar 0,09 kwh/kg produk, unit udara tekan dengan suhu 35 °C dan tekanan 3 atm sebesar 0,009 m3/kg produk, unit udara kering sebesar 7,41 kg/kg produk dengan suhu 130 °C, serta unit bahan bakar HSD dan batu bara sebesar 0,017 L/kg produk dan 1,59 kg/kg produk. Kualitas bahan baku dan produk juga dijaga sesuai spesifikasi dengan adanya laboratorium dan limbah yang dibuang dijaga agar sesuai dengan batasan yang ditetapkan pemerintah. Pabrik berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan dibagi berdasarkan jam kerja yang terdiri dari 100 orang karyawan shift dan 76 orang karyawan non-shift. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, diperoleh payback period (PBP) dan discounted payback period (DPBP) selama 2,53 tahun dan 3,11 tahun, Rate of Return on Investment (ROROI) dan Discounted Cash-Flow Rate of Return (DCFROR) sebesar 49,45% dan 19,67%. Diperoleh juga evaluasi resiko berupa titik impas kapasitas pabrik atau biasa disebut Break Even Point (BEP) pada nilai 48,70% dan Shut Down Point (SDP) pada nilai 27,74%. Dapat disimpulkan dari analisis ekonomi tersebut, pabrik alil alkohol dengan kapasitas 100.000 ton/tahun layak didirikan.