Abstrak
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM TAHAP PRA BENCANA RISIKO BANJIR DI KOTA MADIUN
Oleh :
Nadila Paramita - D0122092 - Fak. ISIP
Kota Madiun menempati urutan kedua dalam data Indeks
Risiko Bencana Banjir di tingkat kota Provinsi Jawa Timur tahun 2020 hingga
2024 dengan total nilai 122,12. Tingginya angka risiko banjir ini dipengaruhi
oleh kondisi dataran rendah yang dilalui Sungai Bengawan Madiun, buruknya
sistem drainase, dan alih fungsi lahan. Namun Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kota Madiun tetap menunjukkan kinerja yang baik dibuktikan dengan
penurunan penanganan kejadian banjir setiap tahun tanpa adanya korban jiwa.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mempertahankan kinerja Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kota Madiun dalam tahap pra bencana risiko banjir
menggunakan lima indikator kinerja organisasi publik menurut Dwiyanto (1995),
yang meliputi produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas,
dan akuntabilitas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Madiun mempertahankan kinerjanya melalui
berbagai upaya. Produktivitas melalui perencanaan berbasis prioritas,
pemberdayaan relawan Destana dan Katana, pengelolaan anggaran efisien serta
pemeliharaan sarana prasarana. Kualitas layanan melalui pendekatan partisipatif
dengan motto jemput bola, komunikasi satu pintu, dan pemanfaatan media digital
yang berhasil meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat menjadi 92,35.
Responsivitas melalui koordinasi dengan Destana dan Katana, adanya layanan
pengaduan antar dinas, serta perencanaan berbasis KRB dan RPB. Responsibilitas
melalui kepatuhan BPBD terhadap regulasi atau peraturan dan dilakukannya
koordinasi secara formal maupun informal. Akuntabilitas melalui
pertanggungjawaban vertikal kepada pimpinan dan horizontal kepada masyarakat serta
keterbukaan laporan, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai SAKIP sebesar 86,16
pada tahun 2025.