Abstrak
Studi Komparatif Strategi Koping Stres pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta ditinjau dari Struktur Keluarga Intact dan Non-intact
Oleh :
Setia Purwati - K3121077 - Fak. KIP
Setia Purwati.
K3121077. Pembimbing: Dr. Naharus Surur, M.Pd. Studi Komparatif Strategi
Koping Stres pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta ditinjau dari Struktur Keluarga Intact dan Non-intact.
Tugas Akhir. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret, Juli 2026
Masa
remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap tekanan. Kemampuan
remaja dalam menghadapi berbagai tekanan dipengaruhi oleh strategi koping stres
yang digunakan. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan penggunaan strategi
koping stres adalah struktur keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
perbedaan strategi koping stres antara siswa yang berasal dari keluarga intact
dan non-intact. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta
yang berjumlah 365 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 70 siswa, yang
terdiri atas 35 siswa dari keluarga intact, yaitu siswa yang tinggal
bersama kedua orang tua kandung yang masih terikat dalam hubungan pernikahan dan 35 siswa dari keluarga non-intact,
yaitu siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi orang tua bercerai
atau salah satu maupun kedua orang tua meninggal dunia. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan
instrumen angket strategi koping stres yang diadaptasi dari instrumen Brief COPE.
Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis statistik
inferensial dengan Independent Sample t-test. Hasil analisis deskriptif
menunjukkan adanya perbedaan strategi koping stres pada setiap dimensi berdasarkan
struktur keluarga. Pada kelompok keluarga intact, skor rata-rata problem-focused
coping sebesar 18,51 (SD = 2,228), emotion-focused coping sebesar
27,89 (SD = 4,632), dan avoidance coping sebesar 13,29 (SD = 2,456). Pada
keluarga non-intact, skor rata-rata problem-focused coping
sebesar 15,94 (SD = 2,879), emotion-focused coping sebesar 24,37 (SD =
3,843), dan avoidance coping sebesar 17,51 (SD = 1,961). Hasil uji Independent
Sample t-test menunjukkan nilai signifikan pada dimensi problem-focused
coping sebesar 0,000, emotion-focused
coping sebesar 0,001, dan avoidance coping sebesar 0,000. Ketiga
nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), maka hipotesis
alternatif (Ha) dinyatakan diterima, yang berarti terdapat perbedaan strategi
koping stres antara siswa yang berasal dari keluarga intact dan siswa yang
berasal dari keluarga non-intact. Saran bagi guru bimbingan dan konseling,
perlu merancang program layanan yang mendukung pengembangan strategi koping
stres yang adaptif sesuai dengan latar belakang struktur keluarga. Peneliti
selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi
strategi koping stres, serta menggunakan metode penelitian yang berbeda agar
diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi koping stres.