Abstrak


Eksistensi Weton dalam Masyarakat Surakarta


Oleh :
Nurul Khasanah - K4422056 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) Makna tradisi weton bagi masyarakat Surakarta 2) Praktik tradisi weton yang dijalankan dan berkembang di tengah arus modernisasi dan 3) Faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi weton di masyarakat Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Surakarta dengan melibatkan masyarakat Surakarta dar berbagai kelompok usia, filolog, serta pengelola Museum Radya Pustaka sebagai informan dalam penelitian. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif. Sample yang digunakan bersifat purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumen. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di lapangan, diperoleh kesimpulan: (1) Makna weton dalam masyarakat Surakarta tidak hanya sebagai sistem penanggalan Jawa, namun juga sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai filosofis, historis dan identitas budaya Jawa. Weton masih digunakan sebagai pertimbangan dalam mencari hari baik, tetapi tidak dijadikan pedoman mutlak. Perbedaan makna weton antar generasi terjadi, namun semua generasi menyepakati bahwa pelestarian weton patut dilaksanakan untuk menjaga identitas budaya Jawa. (2) Praktik tradisi weton masih dilakukan melalui bancakan weton, wilujengan wuku, kirab pusaka malam 1 Sura. Praktik penggunaan weton dalam penanggalan Jawa mengalami penyederhanaan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer, adaptasi melalui digitalisasi weton juga terjadi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Keberadaan Museum Radya Pustaka berperan dalam pelestarian weton melalui penyediaan layanan konsultasi weton, edukasi pawukon, serta penyelenggara wilujengan wuku. (3) Eksistensi weton dalam masyarakat Surakarta dipengaruhi berbagai faktor, faktor sosial dari peran keluarga sebagai media transmisi budaya, faktor budaya dengan kesadaran akan identitas budaya, faktor agama berpengaruh pada sudut pandang seseorang dalam memaknai weton, faktor modernitas yang mendorong perkembangan pola pikir rasional. Kendati demikian, eksistensi weton tetap berlangsung dengan proses adaptasi, dan reinterpretasi sehingga weton masih memiliki relevansi dalam masyarakat Surakarta kontemporer. Kata Kunci : Eksistensi, Weton, Masyarakat, Surakarta, Tradisi, Modernitas